HAI MAHASISWA, JUJURLAH DALAM MEMBUAT SKRIPSIMU

61827 medium 60826614 2393467890705227 7706159815747174400 n
Ada hal menarik yang terjadi pada skripsi-skripsi mahasiswa yaitu: hasil penelitiannya selalu sama dengan tujuan penelitian. Di jurusan keguruan pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berfokus pada peningkatan hasil belajar siswa misalnya, hasil dalam skripsi pasti menunjukkan peningkatan hasil belajar. Saya belum pernah menemukan pada penelitian PTK didapatkan hasil siswa belajar yang menurun. Bahkan, tak ada peningkatan hasil belajar pada hasil penelitian pun tak ada sama sekali.

Pedahal, sangat dimungkinkan tak ada peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan suatu model atau pendekatan pembelajaran pada siswa yang mempunyai hasil belajar rendah. Hal ini menjadi mungkin karena diakibatkan pilihan pendekatan atau model pembelajaran yang tidak cocok, kecakapan mengajar guru/peneliti yang tidak mumpuni, karakterisitik objek penelitian (siswa) yang khas, dan beberapa alasan lainnya. Anehnya, semua penelitian dalam skripsi itu selalu berhasil. Semua meningkat. Tak ada anomali.

Begitupun dengan penelitian kuantitatif yang kalau kita mau mengambil contoh jenis penelitian kuantitatif korelasi ataupun regresi yang banyak digunakan oleh mahasiswa. Selalu saja hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis peneliti. Belum pernah saya mendapatkan hasil penelitian yang menolak hipotesis yang dibuat oleh peneliti. Semua sesuai, seakan-akan penelitian ini adalah suatu program yang tidak akan keluar hasilnya dari keumuman.

Jika peneliti mencari hubungan antara variabel penelitian, maka bisa ditebak pada skirpsi mereka diperoleh ada hubungan. Jika hipotesis penelitian mengatakan ada pengaruh variabel A terhadap variabel B, maka bisa ditebak hasilnya, ada pengaruh yang diperoleh. Tidak akan saudara dapatkan penelitian yang menolak hipotesis awal. Tidak ada yang akan bilang dalam skripsinya “berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil tidak terdapat pengaruh variabel A terhadap B”.

Ini menjadi menarik karena dalam penelitian kuantitatif kita bertugas untuk menunjukkan hubungan, perbedaan, pada variabel yang ada dalam suatu populasi. Hubungan-hubungan antara tiap variabel itu bisa saja bertolak belakang dengan teori yang umum karena dalam penelitian, peneliti melakukan sampling. Sangat mungkin terjadi perbedaan hasil antara populasi yang satu dengan yang lainnya. Jika di populasi K terdapat hubungan, maka sangat mungkin di populasi L, M, N O, dst menunjukkan hasil yang berbeda.

Tapi, anda tidak akan menemukan hal itu pada skripsi mahasiswa..

Dari beberapa kali diskusi dan sharing bersama kawan-kawan mahasiswa, saya mengetahui bahwa sebenarnya hasil penelitian mahasiswa itu sangat banyak yang bertolak belakang dengan tujuan penelitian. Jika pada penelitian PTK memiliki tujuan peningkatan hasil belajar menggunakan suatu model/pendekatan tertentu, maka pada beberapa penelitian kawan-kawan itu diperoleh tak ada peningkatan hasil belajar.

Begitupun dengan penelitian kuantitatif. Pada hipotesis peneliti yang mengatakan ada hubungan/pengaruh antara variabel A dan variabel B, beberapa kawan mendapatkan hasil bahwa tidak ada pengaruh/hubungan antara variabel A dan variebel B.

Lalu, mengapa di skripsi mereka menulis hal yang sebaliknya?

Jawabannya: MEREKA MEMALSUKAN DATA PENELITIAN.

Ya, mahasiswa itu merubah data penelitian yang diperoleh. Data yang tidak mendukung penelitian akan dirubah sebagaimana rupa untuk sesuai dengan tujuan penelitian.

Jika hasil penelitian tidak ada peningkatan, maka data akan dirubah untuk menunjukkan peningkatan. Jika diperoleh data tak ada hubungan, maka data itu akan dirubah agar tak bertentangan dengan teori dan menunjukkan hasil yang seharusnya.

Alasan-alasan memalsukan data yang diberikan kawan-kawan itu adalah: tidak mau meneliti kembali; jatah kuliah yang hampir habis; hingga tak mau tambah bayar SPP jika terlalu lama di kampus. Sungguh ini suatu ironi dalam suatu komunitas intelektual seperti kampus.

Kampus yang seharusnya dipenuhi dengan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran, dirusak dengan hal-hal seperti itu.

Lalu, adakah solusi terkait masalah ini?

Jawabannya: ADA.

Tulislah hasil penelitian yang kawan dapatkan dalam penelitian itu apa adanya. Apapun hasilnya, itu adalah hasil kerja yang kawan-kawan lakukan. Jangan menghianati diri sendiri demi mendapatkan kemudahan.

Pertanggungjawabkan kerja intelketualmu!

Selain hal itu tentu saja kawan-kawan harus memilik argumentasi yang kuat. Jelaskan dengan data dan referensi yang shahih mengapa penelitian anda berbeda. Perbanyaklah baca buku.

Debatlah dosen pembimbing skripsi dan pembahas dengan kekuatan argumentasi yang mumpuni. InsyaAllah, kau akan tersenyum puas melihat hasil kerjamu.

Palu, 21 Mei 2019
Dari kami, saudaramu yang skripsinya berbeda..

Gambar: puniki menawi
Sumber : Ramadhani
Sudah dilihat 50 kali

Komentar