Guru TK dari Bandung Asyik Bermain “PAPANCAKAN”

24 February 2018, 20:06 WIB
1 0 240
Gambar untuk Guru TK dari Bandung Asyik Bermain “PAPANCAKAN”
SUBANG,Lampusatu.com,– Papancakan atau disebut “rock balancing” yaitu seni menumpuk dan menyusun batu di aliran sungai , ternyata diminati tidak hanya oleh komunitas papancakan tetapi juga oleh guru taman kanak-kanak ikut bermain papancakan. Sebagaimana terpantau dialiran sungai Kampung bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, kamis (22/2/2018).

Ketua Komunitas Hong Bolang Subang Doktor M.Zaini Alif saat ditemui dilokasi, menuturkan, acara tersebut sebagai bentuk sosialisasi permainan tra­disional papacakan, menumpuk dan me­nyusun batu hingga setinggi mung­kin, yang tempatnya di sungai. Menurutnya, permainan anak tradisional ini sudah mulai dilupakan saat ini bahkan tidak populer lagi sehingga perlu dikenalkan lagi.

“Kegiatan itu merupakan bagian dari pengenalan permainan tradisional kepada para guru TK sebab menumpuk batu di aliran sungai sudah lama dikenal dan sering dimainkan anak anak di Kampung Bolang,” kata Zaini Alif kepada awak media, kamis (22/2/2018).

Aksi menumpuk dan menyusun batu inipun menjadi tontonan warga setempat. Mereka menyaksikan langsung bagaimana proses menyusun batu tersebut.

Dijelaskan Zaini, be­danya dengan rock balancing adalah dari susunan batu yang ditumpuk­nya.

“Untuk papancakan, tumpukannya lebih sederhana sedangkan rock balan­cing lebih rumit, tingkat kesulitannya tinggi, serta kaya sentuhan seni,”jelasnya.

Terlebih dilanjutkan Zaini, Permainan papancakan atau menumpuk batu ini banyak manfaat bagi anak, di antaranya melatih kesabaran, kreativitas, keseimbangan, hingga konsentrasi. Lebih penting lagi anak-anak diajak mengenal dan mera­sakan alam, khususnya unsur bebatuan dan air.

“Setelah batu tersusun me­numpuk, lalu pembuatnya melempar tumpukan batu dari kejauhan. Saat melempar ini melatih fokus dan konsentrasi,”terangnya.

Seperti diketahui, Permainan anak tradisional ini sempat viral diberbagai media sosial sebelumnya , setelah ditemukannya tumpukan batu dialiran Sungai Cibojong, kecamatan Cidahu, Sukabumi beberapa waktu lalu. Bahkan penemuan tersebut kaitkan dengan hal mistis atau ghaib. Dengan cepat berita tersebut menghebohkan dan menjadi perbincangan berbagai kalangan.

Padahal, sebenarnya menyusun dan menumpuk batu tersebut merupakan sebuah karya dari salah satu komunitas yang menamakan dirinya “Rock Balancing”.

  Komentar untuk Guru TK dari Bandung Asyik Bermain “PAPANCAKAN”

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  4. Warga Kampung Wirogunan Lakukan Mapping Wilayah untuk Penyusunan Masterplan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  20 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  24 Sep 2020
  4. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020