GILANGHARJO JALUR MERAH PEREDARAN NAPZA

7 December 2019, 11:29 WIB
1 0 288
Gambar untuk GILANGHARJO JALUR MERAH PEREDARAN NAPZA
YA! Gilangharjo adalah jalur merah untuk peredaran napza . Demikian disampaikan oleh Eko Prasetyo pemerhati dan pegiat napza Yogyakarta. Saya tidak akan tau kondisi ini jika tidak mengikuti seminar yang diadakan oleh SATGAS PPA KKPA dan Desa GILANGHARJO pada tanggal 30 November 2019 yang lalu. Miris saya mendengar hal ini, terlebih saya memiliki 4 anak yang berangkat remaja.


Awalnya narkoba masuk ke Indonesia hanya untuk transit dalam perjalanannya menuju negara lain. Akan tetapi segera berubah menjadi daerah tujuan penjualan yang menggiurkan , karena pasarnya yang besar di Indonesia.
Dan segera meningkat lagi menjadi negara produsen terbesar di Asia tenggara. Lebih mengerikan lagi semua kegiatan tersebut dioperasikan dari dalam LP Tanggerang! ( Demikian yang saya dengar dari Nara sumber )

Seperti kita ketahui Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif ( bisa miras dan bahan lain)

Dan kenapa kita warga Gilangharjo harus waspada dan mulai membuat aksi untuk menyelamatkan generasi kita dari bahaya napza ini ? Karena begitu banyak kerusakan yang ditimbulkannya oleh bahan jahat ini.

Survei BNN 2016 DIY nomor satu penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Lebih dari 80% mulai menggunakan narkoba sejak usia 12-15 th.
Biasanya orang tua dan keluarga dengan kondisi komunikasi tidak baik akan menyadari masalah dan mencari bantuan setelah pengguna memakai narkoba selama 4 tahun. Saat itu pengguna sudah mulai sakit , menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan barang haram tersebut.


Kenapa remaja dan generasi muda kita menjadi segmen pasar yang bagus untuk napza ?
Karena ini merupakan masa pubertas , masa pertumbuhan ego , dan masa pencarian identitas diri. Masa - masa labil kita sebagai manusia dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Sedikit saja terpapar , salah pergaulan dan salah informasi yang didapat , anak - anak kita akan menjadi pengguna dalam lingkaran setan napza.
Awal mula dengan mengenal rokok, minuman keras , lalu oplosan dan ke narkoba yang semua itu membuat mereka sampai pada tahap adiksi.

Kita harus memahami adiksi atau ketergantungan terhadap narkoba ini, yang merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketergantungan secara fisik dan psikologis terhadap suatu zat adiktif.Adiksi narkoba adalah suatu masalah yang sangat kompleks.
Tahap addict adalah titik parah yang dialami pengguna setelah melewati fase user ( pemakai ) dan abuser ( penyalahguna ).


Gilangharjo desa kita tercinta ini sudah sampai ke tahap abuser dan addict!
Adiksi adalah penyakit saudara - saudara se Gilangharjo. Artinya adalah ?

✓ adiksi tidak pandang bulu semua orang punya peluang yang sama terkena penyakit adiksi.

✓ adiksi adalah penyakit menular dan berbahaya!

✓ adiksi bersifat " progresif" akan bergerak maju, meningkat, meluas, dan berkelanjutan. Dan selama bertahap ini penderita akan mengalami  obsetif kompulsif , selalu berpikiran negatif yang membuat dia merasa cemas, takut, dan khawatir yang tidak terkontrol.

✓ adiksi bisa di pulihkan! tetapi tidak bisa sembuh. Saya jadi ingat kisah kematian aktor Philip Seymour Hoffman, yang ditemukan meninggal karena over dosis setelah dinyatakan bersih selama 23 tahun.

Dalam seminar ini juga disampaikan , Jokowi presiden kita , membuat program dari desa untuk Indonesia bebas Napza.
Sebagai warga negara kita memiliki hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan, kita dilindungi oleh UU nomor 35 tahun 2009 pasal 104 - 108.
* Kita bisa membantu mencari, memperoleh dan memberikan informasi adanya dugaan telah terjadi pidana narkotika.
* Kita bisa menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab kepada penegak hukum.
* Kita memperoleh perlindungan hukum dan tidak dijadikan saksi di pengadilan.

Jadi jika kita melihat , mengetahui informasinya segera melapor . Untuk informasi penjualan miras kita melaporkan ke satpol PP . Karena yang mengatur tentang hal miras ini adalah perda. Dan ingat , ada ancaman pidana 6 bulan untuk orang tua pengguna narkoba yang tidak melapor.

Eko Prasetyo sendiri sebagai nara sumber sudah merehabilitasi 726 orang pengguna . Beliau menyampaikan data , 20% diketahui menggunakan lagi, 4% masuk penjara.

Rehabilitasi bukan suatu hal yang mudah. Perubahan gaya hidup di seluruh dunia dan Digital menjadi jembatan penyalahgunaan napza. Dan seorang yang terpapar napza , akan masuk dalam lingkaran setan seks bebas , pergaulan tidak sehat dan kegiatan kriminal. Apalagi dihadapkan pada tahap toleransi,
Yang terjadi bila mana seorang membutuhkan zat yang dimaksud dalam jumlah yang lebih besar untuk mencapai keadaan fisik dan psikologis seperti pada awal penggunaan obat. Meningkat terus dan terus sampai akhirnya over dosis dan menemui ajalnya.

Saya sebagai warga Gilangharjo akan mendukung setiap gerakan pemerintah desa dan pegiat napza untuk merubah warna merah ini. Gilangharjo darurat napza.
" Segera bentuk satgas napza di Gilangharjo!" Demikian disampaikan Eko sebagai penutupnya. Kalau tidak kita akan kehilangan generasi muda Gilangharjo .


#saynotodrugs
#gilangharjo
📸: Google

  Komentar untuk GILANGHARJO JALUR MERAH PEREDARAN NAPZA

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Gempa M. 6,1 Guncang Jepara Jawa Tengah , Getaranya Terasa Sampai Sukabumi

    HumanityNews  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  7 Jul 2020
  2. Rapat Berkala Pertama di Tengah Pandemi Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jul 2020
  3. Pemuda Banyuwangi Bagikan Sembako Mandiri Kepada Warga Terdampak Covid-19

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Srono, Banyuwangi  |  10 Jul 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hubungi Pak Syamsul Untuk Cuci Mobil Panggilan Wilayah Jaksel

    Widya Sari  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan  |  7 Jul 2020
  2. 1
    Komentar
  3. 0
    Komentar

    Penularan COVID-19 Airborne, Emang Iya? Part 2

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Tawang, Tasikmalaya Kota  |  11 Jul 2020
  4. 0
    Komentar

    WISATA RELIGI DIMASA TRANSISI

    Nene Sumiyati  di  Penjaringan, Jakarta Utara  |  9 Jul 2020