Galaxy Mall Akan Diledakkan

10 June 2016, 14:47 WIB
28 2 123
Ini adalah laporan dari warga di wilayah kejadian. Harap berhati-hati dan selalu waspada. Jika butuh bantuan, hubungi  112
Penggerebekan terduga teroris oleh Densus 88 kemarin lusa mendapat apresiasi banyak kalangan. Jika tidak, bom berkekuatan ledak tinggi bisa saja terjadi di sejumlah tempat di Surabaya. Demikian dikatakan sumber yang dapat dipercaya.

Kepada Berita Metro, pria yang tidak ingin namanya dikorankan itu kembali menerangkan, sudah sebulan kemarin para terduga teroris merancang sasaran peledakan. Menurutnya, yang pasti dalam rencananya, para penganut radikal ISIS tersebut akan menyasar Galaxy Mall yang berada di Mulyorejo.

”Sebelumnya dia (terduga teroris,red) akan meledakan Pos Polisi Mulyorejo yang berada tidak jauh dari Mall. Kayak tragedi Thamrin lalu loh,” jelasnya, Kamis (9/6).

Terpisah, Kombes Pol Raden Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Jatim kepada wartawan enggan membeberkan secara rinci terkait sasaran peledakan tersebut. Hingga saat ini, pihakya masih terus melakukan proses penyidikan.

”Sasaran masih didalami. Hanya saja polisi memang sudah banyak dengar bakal ada aksi di Surabaya, dan rencana itu digagalkan,” paparnya.

Keluarga Terduga
Keluarga terduga teroris yang disambangi Berita Metro tampak terlihat sedih, setelah Priyo Hadi Purnomo alias Priyo ditangkap tim Densus 88.

Air mata Anik Puji Rahayu, kakak perempuan dari terduga teroris dengan TKP Lebak Timur III itu, tak henti-hentinya meneteskan air mata. Namun, kesedihan tidak nampak dari seorang Sutego, ayah dari Puji Rahayu dan Priyo.

Entah apa alasanya, atau memang Sutego dilatih dan dididik kuat menghadapi kenyataan saat dirinya masih berprofesi sebagai Polisi Khusus. Kenyataannya, kendati ia saat itu tengah mengalami sakit, pria keturunan Bugis yang berusia 74 tahun itu masih bisa mencerna dan menjawab pertanyaan wartawan.

Sambil terus sesenggukan, Anik bercerita panjang seputar aktivitas Priyo. Sebelum bercerita, ia menyesalkan kepada petugas yang tidak memberi keterangan sedikitpun seputar keberadaan adiknya.

”Sampai saat ini saya gak tahu di mana adik saya berada, terakhir saya liat kemarin ketika dia (Priyo) meminta es cao kepada saya, baru saja malam (7/6) kemarin,” ucapnya.

Tak beberapa lama, ia pun mulai bercerita. Anik mengaku memiliki empat saudara. Priyo adalah anak nomor dua. Priyo, menamatkan pendidikan di SMK 10 Surabaya. Setelah lulus, ia membantu orang tuanya dengan bekerja di salah satu konveksi. Di kampung, ia dikenal sebagai anak yang baik. Salatnya tekun, bahkan cenderung pendiam.

Tak lama, ia menikah dengan perempuan yang bernama Evi, asal Pogot, Kenjeran. Bersama Evi, Prio dikaruniai seorang anak. Mungkin tidak sepaham, keduanya akhirnya memutuskan bercerai.

Nah, setelah perceraian itu Priyo mulai dirundung masalah. Entah berapa tahun kemudian, dikabarkan Priyo membawa kabur uang perusahaan. Hingga, ia harus berurusan dengan petugas, lantaran bergelut dengan dunia narkoba.

Selepas itu, tahun 2015 dia memilih merantau ke Makassar. Tujuannya, memperistri gadis Makassar dan juga kembali menekuni bidangnya yakni konveksi. Lama di Makassar, membuat Priyo ingin pulang ke Surabaya. Alasannya, kangen dengan orang tua.

Seminggu kemarin, Dia nekat ke Surabaya meninggalkan istrinya di sana (Makassar). Setiba di rumahnya kembali, sang ibu bingung menempatkan Priyo di kamar yang mana.

Maklum, di rumah yang sekarang telah digaris polisi tersebut terdapat 3 kamar. Yang depan digunakan untuk ibunya berjualan, yang tengah digunakan untuk adik Priyo bernama Suharto, sedangkan yang paling belakang digunakan untuk Ibunya tidur.

Berhubung sang adik harus kembali ke pondok pesantren yang ada di Jombang untuk melanjutkan studinya, kali itu Priyo punya kesempatan menempati kamar adiknya. Nah, baru seminggu ia menginap di Surabaya, kendala di kehidupannya mulai terjadi.

Entah sudah dicuci otak atau apa, banyak warga sekitar yang mengatakan bahwa Priyo ketahuan warga tengah bermain senjata laras panjang di kawasan lahan kosong milik TNI AL.

”Sekitar dua hari kemarin kalau gak salah, itu lahannya ada di ujung gang. Milik TNI AL namun dikelola warga,” ujar Sutik, salah satu warga yang rumahnya berjarak 15 meter dari rumah Priyo.

Sutego, bapak Priyo sebenarnya sudah diberi tahu oleh warga, bahwa Priyo juga memiliki senjata yang pernah ditunjukkan ke warga. Dibuktikan, dari pernyataan Sutego kepada wartawan.

” Ya pernah ada yang bilang kalau Priyo membawa granat (yang dimaksud senjata), tapi saya tidak percaya, ternyata sekarang beneran,” ujar Sutego.

Bencanapun mulai terjadi. Ternyata, nama Priyo sudah dikantongi Detasemen Khusus Anti Teror. Nama Priyo Hadi Purnomo sudah masuk daftar orang yang diburu tim Mabes Polri karena menjadi penganut paham radikal ISIS dan masuk dalam jaringan Jefri Cs yang berencana akan meledakan Galaxy Mall.

  2 Komentar untuk Galaxy Mall Akan Diledakkan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Warga AtmaGo

Terima kasih atas informasinya.