FKUB : Desa Sadar Kerukunan, Simbol Perdamaian di Bumi Poso

4 September 2019, 17:46 WIB
3 0 143
Gambar untuk FKUB : Desa Sadar Kerukunan, Simbol Perdamaian di Bumi Poso
Poso, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah menilai launching desa sadar kerukunan di Kabupaten Poso menjadi simbol perdamaian di daerah tersebut.

"Ini berperan untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat secara luas selain di bumi Poso, juga di Sulawesi Tengah," ucap Ketua FKUB Sulteng, Prof Dr KH Zainal Abidin MAg, di Poso, Rabu.

FKUB bersama Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso menggagas dan membentuk desa sadar kerukunan. Desa Tambarana di Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso, dipilih oleh instansi tersebut sebagai desa percontohan kerukunan yang telah dilaunching oleh instansi tersebut melibatkan masyarakat.

Launching Desa Tambarana sebagai desa sadar kerukunan dirangkaikan dengan dialog merawat perdamaian dan peresmian Tugu FKUB di Desa Tambarana, Rabu.

Prof Zainal Abidin MAg mengemukakan, Desa Tambarana sebelum dipilih dan ditetapkan untuk menjaga desa percontohan sadar akan kerukunan, jauh sebelum itu telah rukun walaupun masyarakat dalam desa itu terdiri dari bermacam suku dan agama.

Walaupun demikian, kata dia, pascalaunching FKUB akan melakukan pendampingan, pembinaan secara kontinue dan berkesinambungan di desa itu dengan melibatkan Kementerian Agama dan Pemkab Poso.

"Iya, jadi pendampingan dan pembinaan akan menjadi kegiatan utama di desa tersebut. Masyarakat dari masing-masing agama dan suku akan dilibatkan dalam kegiatan non-ibadah, seperti dialog, seminar, atau kegiatan hari-hari besar nasional," sebut dia.

Guru Besar Pemikiran Islam Moder sekaligus Rektor Pertama IAIN Palu itu menyebut lauching desa sadar kerukunan, merupakan gambaran realitas keberagaman dalam kehidupan masyarakat merupakan keniscayaan sosial.

Ia keberagaman ini berimplikasi pada lahirnya perbedaan. Semakin heterogen sebuah masyarakat semakin banyak perbedaan yang muncul. Bahkan dalam komunitas agama yang sama, masih terdapat perbedaan mazhab, dalam mazhab yang sama masih terdapat perbedaan pemikiran, dan seterusnya.

"Kerukunan tidak diwujudkan dengan menghilangkan perbedaan karena hal itu adalah sebuah kemustahilan.
Kerukunan terwujud justru melalui pengakuan dan penghargaan terhadap wujudnya perbedaan, sehingga tidak melahirkan sikap merasa benar sendiri," katanya.

Selanjutnya, ia menambahkan, mencari titik temu yang dapat menyatukan perbedaan tersebut dalam merajuk kehidupan bersama secara harmonis, maka desa sadar kerukunan merupakan titik temu merajut kehidupan bersama.

sumber : antaranews.com

  Komentar untuk FKUB : Desa Sadar Kerukunan, Simbol Perdamaian di Bumi Poso

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru

Berita Warga
1 jam lalu

Info Orang Hilang

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cikarang Barat, Bekasi Kabupaten

Terpopuler

  1. Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa DKI Jakarta Tahun 2020

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Penjaringan, Jakarta Utara  |  14 Sep 2020
  2. Warung Digital Wirogunan "www.klarisan.com" tempat jualan online Warga Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Sep 2020
  3. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  4. Mimpi Kampung Dukuh Mengawali Masterplan di Kelurahan Gedongkiwo

    Abdul Razaq  di  Mantrijeron, Yogyakarta  |  14 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Mimpi Kampung Dukuh Mengawali Masterplan di Kelurahan Gedongkiwo

    Abdul Razaq  di  Mantrijeron, Yogyakarta  |  14 Sep 2020
  2. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  3. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  4. 1
    Komentar

    Ustadz Ajak Masyarakat "Kepo" terhadap Lingkungan Sekitarnya

    Abdul Azis  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  20 Sep 2020