Filosofi Wettu Telu Yang Sesungguhnya

65804 medium post 70502 816cd082 4abe 4754 bf4c 5c817061c437 2019 07 07t08 09 10.013 08 00
Bayan Merupakan salah satu daerah yang berada di Bagian Utara pulau Lombok tepatnya di bawah lereng Gunung Renjani. Daerah ini terkenal dengan tradisi, adat istiadat, budaya yang sangat kental. Masyarakat di daerah ini sangat menjaga peninggalan leluhur Mereka dengan mempercayai 3 unsur kehidupan yang di istilahkan dengan Wettu Telu.
Banyak dari kalangan masyarakat yang berada di luar daerah bayan yang beranggapan bahwa Wettu Telu itu merupakan Tiga Kali Sholat fardu dalam sehari semalam itu merupakan suatu kesalahan yang sangat patal.
Tokoh Masyarakat Sesait (Lombok Utara) mengatakan bahwa, "Ada beberapa orang yang menganggap Wettu Telu itu tidak Islam, tidak sholat bahkan ada lagi yang menganggap Wettu Telu itu Sholatnya hanya 3 kali dalam sehari, Itu semua merupakan kekeliruan besar. Jadi Wettu Telu itu maksudnya bukan waktu, Wettu (Sejati) Telu (Tiga)/ Sejatinya Tiga. Mettu, Wettu, itu sebenarnya asal katanya. Adapun makna yang tiga iutu adalah Allah SWT., Nabi Muhammad SAW. dan Nabi Adam as. Nah ini supaya tidak terjadi fitnah bahwa kami Lombok Utara waktu Telu it sebenarnya tidak ada. Kalau bayan Versinya Melahirkan, Tumbuh, dan Bertelur. Kalau tidak bertelur pasti tumbuh (tumbuh-tumbuhan), kalau tidak tumbuh pasti di lahirkan itulah filosofinya." Ungkap Bapak Djekat (Tokoh masyarakat Sesait)
Sedangkan menurut Versi Penghulu Adat Bayan Mengatakan bahwa, "Waktu Telu dan Wettu Telu itu sebenarnya bukan adat dan bukan agama. Waktu Telu adalah keberadaan manusia yang di tiga alam diantaranya, Alam Gaib, Alam Dunia, dan Alam Akhirat itulah yang dikatakan sebagai Waktu Telu Sedangkan Wettu Telu, yang berasal dari kata Wett yang berarti (wadah) Te (Tumbuh dari tiga unsur diantaranya Tumbuh, Bertelur, Dan melahirkan) tiga unsur itulah yang memenuhi alam dunia baik di air maupun di darat." Ungkap Bapak Riajim selaku Penghulu Adat di Desa Bayan.
Maka dari itu penulis menyampaikan bahwa masyarakat bayan tetap melaksanakan sholat Fardu 5 kali dalam sehari semalam tetapi mereka masih tetap mempertahankan, menjaga, dan melestarikan budaya dan tradisi mereka salah satunya yakni Wettu Telu. #AtmagoEPiQUE
Sudah dilihat 116 kali

Komentar