Filosofi Wettu Telu Yang Sesungguhnya

7 July 2019, 07:09 WIB
5 0 182
Gambar untuk Filosofi Wettu Telu Yang Sesungguhnya
Bayan Merupakan salah satu daerah yang berada di Bagian Utara pulau Lombok tepatnya di bawah lereng Gunung Renjani. Daerah ini terkenal dengan tradisi, adat istiadat, budaya yang sangat kental. Masyarakat di daerah ini sangat menjaga peninggalan leluhur Mereka dengan mempercayai 3 unsur kehidupan yang di istilahkan dengan Wettu Telu.

Banyak dari kalangan masyarakat yang berada di luar daerah bayan yang beranggapan bahwa Wettu Telu itu merupakan Tiga Kali Sholat fardu dalam sehari semalam itu merupakan suatu kesalahan yang sangat patal.

Tokoh Masyarakat Sesait (Lombok Utara) mengatakan bahwa, "Ada beberapa orang yang menganggap Wettu Telu itu tidak Islam, tidak sholat bahkan ada lagi yang menganggap Wettu Telu itu Sholatnya hanya 3 kali dalam sehari, Itu semua merupakan kekeliruan besar. Jadi Wettu Telu itu maksudnya bukan waktu, Wettu (Sejati) Telu (Tiga)/ Sejatinya Tiga. Mettu, Wettu, itu sebenarnya asal katanya. Adapun makna yang tiga iutu adalah Allah SWT., Nabi Muhammad SAW. dan Nabi Adam as. Nah ini supaya tidak terjadi fitnah bahwa kami Lombok Utara waktu Telu it sebenarnya tidak ada. Kalau bayan Versinya Melahirkan, Tumbuh, dan Bertelur. Kalau tidak bertelur pasti tumbuh (tumbuh-tumbuhan), kalau tidak tumbuh pasti di lahirkan itulah filosofinya." Ungkap Bapak Djekat (Tokoh masyarakat Sesait)

Sedangkan menurut Versi Penghulu Adat Bayan Mengatakan bahwa, "Waktu Telu dan Wettu Telu itu sebenarnya bukan adat dan bukan agama. Waktu Telu adalah keberadaan manusia yang di tiga alam diantaranya, Alam Gaib, Alam Dunia, dan Alam Akhirat itulah yang dikatakan sebagai Waktu Telu Sedangkan Wettu Telu, yang berasal dari kata Wett yang berarti (wadah) Te (Tumbuh dari tiga unsur diantaranya Tumbuh, Bertelur, Dan melahirkan) tiga unsur itulah yang memenuhi alam dunia baik di air maupun di darat." Ungkap Bapak Riajim selaku Penghulu Adat di Desa Bayan.

Maka dari itu penulis menyampaikan bahwa masyarakat bayan tetap melaksanakan sholat Fardu 5 kali dalam sehari semalam tetapi mereka masih tetap mempertahankan, menjaga, dan melestarikan budaya dan tradisi mereka salah satunya yakni Wettu Telu. #AtmagoEPiQUE

  Komentar untuk Filosofi Wettu Telu Yang Sesungguhnya

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  2. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  3. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020
  4. RAPAT PERSIAPAN KOMUNITAS SENIMAN GURU LOMBOK TENGAH.

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  11 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 8
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020