Festival Meriam Karbit, Tradisi Idul Fitri di Pontianak

26747 medium festival meriam karbit  tradisi idul fitri di pontianak
Jelang perayaan Idul Fitri di Pontianak, biasanya 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah Hari Raya Idul Fitri warga Pontianak mengadakan Festival Meriam Karbit di tepian Sungai Kapuas.

Seperti lazimnya tradisi lainnya di dunia, tradisi Meriam Karbit memiliki cerita unik di baliknya, ada yang mengatakan mitos, ada juga yang mempercayainya sebagai sejarah lisan. Konon katanya tradisi ini berawal dari pegusiran hantu kuntianak yang kerapkali mengganggu warga. Raja pertama Pontianak, Syarif Abdurrahman Alkadrie saat membuka lahan baru memerintahkan pasukannya untuk membunyikan meriam karbit untuk menakut-nakuti hantu kuntilanak yang bergentayangan. Demikian akhirnya kata "Pontianak" (=kuntilanak dalam bahasa Melayu) diambil menjadi nama ibukota Kalimantan Barat.

Perayaan Festival Meriam Karbit pernah dilarang saat Orde Baru, dan baru dihidupkan kembali pasca era reformasi. Meriam karbit umumnya dibuat dari batang kelapa yang diikat dengan diameter setidaknya 60 cm. Kerasnya dentuman yang dihasilkan dapat terdengar di hampir seluruh penjuru kota. Hal ini karena permainan meriam karbit dilakukan di tepian Sungai Kapuas, sehingga kerasnya dentuman dapat merambat hingga jauh. Jika kamu berkesempatan menyaksikannya secara langsung jangan lupa untuk melindungi telinga kamu dengan penutup telinga yang memadai karena suaranya yang dapat memekakkan gendang telinga.

Bagaimana dengan tradisi Idul Fitri di kota kamu, apakah ada festival/acara unik seperti Festival Meriam Karbit?
Sudah dilihat 95 kali

Komentar