Festival Kathok Abang Sebagai Simbol Perlawanan

29 July 2019, 20:21 WIB
3 0 197
Gambar untuk Festival Kathok Abang Sebagai Simbol Perlawanan
Tanjungsari, atmaGo

Festival Kathok Abang yang diselenggarakan di Pantai Watu Kodok (28/07/2019),yang kali ini merupakan festival yang ke empat kalinya diadakan.

Festival ini sebagai sarana untuk memperingati perjuangan warga pantai watu kodok dalam melawan Investor yang akan menguasai ruang hidup mereka empat tahun yang lalu. Festival ini dimulai dengan prosesi upacara bendera yang diikuti oleh warga setempat dengan berseragam merah putih selayaknya anak Sekolah Dasar (SD) yang melakukan upacara bendera. Baju seragam anak SD yang dikenakan warga ini sebagai simbol peringatan ketika mereka berjuang melawan Investor,mereka dianggap anak SD yang tidak mungkin dapat melawan investor yang bermodal banyak dan di dampingi oleh pengacara dan segala baking kekuasaan dibelakangnya. Selasai upacara bendera dilanjutkan kenduri dan larung sesaji di laut dan diakhiri dengan makan bersama sambil menikmati hiburan alakadarnya.

Harapan dari warga dengan diadakannya festival ini adalah untuk dapat tetap memberikan semangat dan menjalin kerukunan antar warga agar dapat menggunakan ruang hidupnya di pantai watu kodok ini sebagai tempat mencari sumber penghidupan dan meningkatkan kesejahteraan.

  Komentar untuk Festival Kathok Abang Sebagai Simbol Perlawanan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020
  3. Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. Studi Tiru Paguyuban PAUD se-Kel. Wirogunan di PAUD Bintang-Bintang Sedayu, Bantul

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  22 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    THE COLOURFULL RAJUMAS

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    Merdeka Mengajar Bukan Berarti Semau Gue.

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020