EKSOTISME PANTAI CIREWANG DI SUBANG UTARA

28933 medium post 38035 43072c79 5c45 4ef8 9d48 ddce046bec5e 2018 07 27t10 12 58.709 07 00 28934 medium post 38035 50b7a078 55af 4b7e be01 fefef5b1963b 2018 07 27t10 12 59.206 07 00 28937 medium post 38035 f5604f56 203d 426b 8b91 a52464ae3ec1 2018 07 27t10 13 01.021 07 00
Pantai Cirewang, Keindahan Tersembunyi di Utara Subang.

Suharsa baru saja selesai menjual kepiting hasil tangkapannya. Meski tidak terlalu banyak, ia tetap bersyukur, setidaknya itu bisa membuat dapurnya tetap ngebul hari itu. Kepiting-kepiting yang ia jual hari itu adalah hasil perangkap yang ia pasang sore sebelumnya di teluk Sidaon, perairan Cirewang.

Di teluk Sidaon kepiting cukup melimpah, karena di sana pantainya masih ditumbuhi pohon bakau yang cukup rapat. Selain itu perairan ini cukup tenang karena terhalang oleh tanjung Cirewang.

Bagi banyak orang nama Cirewang atau teluk Sidaon mungkin terdengar asing, kecuali bagi para pehobi mancing yang telah menjadikan Cirewang sebagai spot mancing favorit di pantura Subang. Namun beberapa bulan belakangan ini Cirewang yang hanya dihuni oleh 32 kepala keluarga ini semakin menggeliat, sejak ditetapkan menjadi salah satu tujuan wisata pantai di utara Subang pertengahan 2013 lalu.

cirewang subang 3
Perahu di Dermaga Kampung Cirewang
pantai cirewang subang
Menuju Pantai Cirewang Melalui Hutan Bakau
Pantai tanjung Cirewang merupakan daya tarik utama dari lokasi wisata ini. Ketika Pantai Pondok Bali dan Patimban terus tergerus abrasi, Cirewang seakan memberikan harapan baru bagi masyarakat Subang yang ingin menikmati keindahan pantai berpasir dan berenang di pantai dengan aman.

Tanjung Cirewang sebenarnya merupakan tanah timbul yang mulai terbentuk sekitar 13 tahun yang lalu. Tanah berpasir seluas hampir sekitar 500m2 ini memanjang lebih dari 1 km dari timur ke barat. Tanah Timbul ini seakan menjadi penghalang alami kampung Cirewang dari hempasan langsung ombak laut utara.

“Tanah ini mulai ada sekitar tahun 2000-an, dulu mah ini juga laut, perahu bisa lewat sini. Waktu itu malah lebih luas tanahnya, ini malah sudah sedikit berkurang” Suharsa menjelaskan.

Mungkin proses terbentuknya tanah timbul yang begitu cepat inilah yang menjadi inispirasi sehingga pantai ini belakangan dinamakan Pantai Cipta Semalam, Ujar Mama Suta pengelola Pantai Cirewang.

Untuk menuju pantai Cipta Semalam pengunjung harus menaiki perahu nelayan melewati sungai sekitar 1 km di tengah hutan mangrove. Hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke sana. Harga jasa perahu nelayan tersebut dari mulai tempat parkir di kampung Cirewang sampai ke pantai Cipta Semalam sebesar Rp.15.000,- per orang

“Inilah yang membuat lokasi wisata Cirewang unik. Untuk menuju ke pantai, pengunjungnya harus naik perahu terlebih dahulu melewati hutan bakau, mana ada ditempat lain” kata Suharsa antusias menjelaskan ketika mengantar atmago.com ke pantai Cirewang.

Selain menangkap kepiting kini Suharsa mempunyai kegiatan lain, yaitu mengantarjemput para wisatawan yang berkunjung kesana. Hal ini tentunya menambah pundi-pundi keuangan bagi keluarganya.

“Sekarang kalau siang saya kadang suka antar jemput pengunjung yang kesini, lumayan lah, dulu kalau siang biasanya saya mancing ke tengah laut,” Ungkapnya.

Menurut Suharsa, sekarang sudah mulai banyak orang yang mengenal pantai Cirewang, bahkan dari luar Subang. Bahkan katanya ketika libur lebaran kemarin, ribuan orang telah mengunjungi lokasi wisata pantai ini.

“Waktu lebaran mah, pengunjung ramai banget, sampai ngantri di dermaga,” Suharsa menambahkan.

Warga kampung Cirewang berharap akses jalan menuju kampung mereka segera diperbaiki sehingga makin banyak pengunjung yang datang ke sana.

Untuk menuju pantai Cirewang dari perempatan Pamanukan arahkan kendaraaan Anda menuju arah utara. Jarak dari Pamanukan ke Cirewang sekitar 13 Km. Cirewang secara administratif masuk ke wilayah Desa Pangarengan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang.
Sudah dilihat 80 kali

Komentar