Eks Dermaga Zaman Belanda di Palu Jadi Salah Satu Lokasi Favorit Memancing

68938 medium post 72977 1262a72d 0301 447a a86f 09d3bdc80dee 2019 08 05t19 52 28.020 08 00 68939 medium post 72977 9a2861b0 0945 4070 ae5d 898b349bc390 2019 08 05t19 52 33.160 08 00 68940 medium post 72977 78e96a58 d25b 4c65 bb1c 5e1c3ac1e625 2019 08 05t19 52 39.156 08 00 68941 medium post 72977 bd7f3afc b6f6 4792 894a 39c428c70ef6 2019 08 05t19 52 44.230 08 00 68942 medium post 72977 193ef91a bd58 4eaa 8d64 54802f78de67 2019 08 05t19 52 51.123 08 00
Palu - Dengan perlengkapan sederhana, warga Palu mencoba keberuntungan melalui berkah laut teluk Palu.

Cukup memakai bahan tepung terigu, botol mineral bekas dan benang plastik sudah menyakinkan banyak Ikan yang dapat ditangkap. Dan benar saja, nyatanya, ikan suka dengan tepung terigu, kemudian masuk keperangkap botol yang di lemparkan. Jika beruntung, sekali dapat, bisa 2 hingga 3 ekor ikan masuk ke perangkap, begitu seterusnya. Sementara, disisi lain, ada pula pemancing yang menggunakan alat lebih modern, tapi tidak seberuntung orang menggunakan alat sederhana.

Eks Dermaga Zaman Belanda di Palu, tepatnya di Pantai Talise, sebelum Tsunami adalah lokasi rekreasi warga Palu dan sekitarnya, kemudian semenjak pasca gempa sisa-sisa dermaga timbul kembali, sayangnya sebagian alat di dermaga itu hilang, diambil oknum tak bertanggungjawab. Padahal lokasi ini adalah situs sejarah yang harus diwariskan turun-temurun.
Sudah dilihat 64 kali

Komentar