Dusun Gowok Dalam Abad Millenia

42829 medium post 49884 8b699976 0cd6 434f 9883 4a3d503cef00 2018 12 15t07 43 41.968 07 00 42830 medium post 49884 c0241462 a138 472c a41f 5e632fb0c62f 2018 12 15t07 43 42.816 07 00 42831 medium post 49884 60a6683d 74e7 4189 aa3f 2b4615583bb4 2018 12 15t07 43 44.230 07 00 42832 medium post 49884 7280d026 c146 4b62 b01b 25914381c4c3 2018 12 15t07 43 45.721 07 00 42833 medium post 49884 a1eeb390 47c2 4368 abe6 54b652584920 2018 12 15t07 43 47.715 07 00
Gowok adalah sebuah dusun di lereng Gunung Gelap (Petir) kawasan pegunungan Menoreh, dengan ketinggian (800 DPL). Terletak di perbatasan Yogyakarta - Purworejo. Berada 36 km di barat kota Yogyakarta dan dapat ditempuh 1 jam dari kota Yogyakarta dengan menyusuri jalan berkelok-kelok dan naik turun melawati bukit-bukit dan pemandangan hutan.
Dalam buku Babad Zending di Pulau Jawa di tulis Prangkokan, karena masyarakat waktu itu menyebutnya Gowok - Prangkokan. Menurut cerita tokoh masyarakat di sebut Gowok - Prangkokan, karena orang-orang Gowok berasal dari Prangkokan.
Pada tahun 1990an dusun Gowok masih dikatakan sangat terpencil karena akses jalan belum beraspal tetapi masih jalan tanah, jika musim hujan dapat dipastikan akan susah jika menggunakan kendaraan. Jalur yang bisa dilalui pada waktu itu ada 3 titik, melalui sisi barat (Randu Kuning). Sisi utara (Wetan Tawang). Dan sisi selatan (Prangkokan).
Gowok dalam perkembangannya saat ini sebernarnya menyimpan sejuta pesona. Pemandangan alamnya indah dan sangat eksotis. Di sana ada sebuah bukit yang dinamakan Bukit Halilintar atau Gunung Gelap (tempat munculnya petir diwaktu musim penghujan).
Alas Sepayang (tempat makam pengembara jawa yang konon juga merupakan bersemayamnya para jin priprayangan penguasa jawa).
Gunung Ngareng-Areng (tempat orang gowok kebonharjo meminjam gamelan untuk acara tertentu)
Tuk Surodipo (sumber mata air yang tak pernah kering dan sangat di sakralkan)
Tuk Cakrawangsa (sumber mata air kualitas terbaik diantara sumber mata air lain)
Sawah Podhang. Goa Damping (tempat diantara batu karst yang waktu jaman penjajah jepang dijadikan ruang bersembunyi penduduk dan habitat hewan buas diwaktu lampau).
Puthuk Sarangan (Tempat menikmati sunrise, sunset pemandangan bagus dan jika cuaca cerah, dari puncak itu, kita dapat menikmati keindahan 6 gunung yang mengitari Jawa). Angklung New Tirasa Nada (Musik khas bambu asli Gowok). Dan Pohon Gowok yang saat ini masih ada sebagai ciri khas dan asal mula dusun Gowok itu sendiri.
Tak hanya itu, Gowok kaya akan potensi alam. Daerah ini merupakan sentra mahkota dewa, panili, cengkeh, kopi dan kakao. Juga penghasil teh hijau kualitas baik (telah dikembangkan oleh salah seorang petani Gowok yang telah berhasil menjual ke luar daerah). Dan tanaman rempah-rempah : kunyit, jahe, kapulaga, merica, kunci, lengkuas, dll. Dalam perkembanganya KWT (Kelompok Wanita Tani) di dusun Gowok bahkan telah mulai mengembangkan sayuran organik kualitas prima. Peternakan kambing kualitas unggul dan produksi susu kambing juga sudah tumbuh pesat di sana.
Mayoritas penduduk Gowok adalah petani.  Meskipun demikian, tanpa membedakan kepercayaan dan agama, masyarakatnya selalu bahu-membahu untuk meningkatkan kesejahteraan Gowok dan sekitarnya. Gowok juga  membagikan salah satu anugerah Tuhan, yakni hidup rukun dan damai.
 
Dusun Gowok dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan outbond, live in, tracking, lintas alam, hash house harrier, laboratorium pembelajaran alam dan laboratorium sosial, genduren bahkan jika dikelola,dapat dikembangkan agrowisata, pengembangan pusat kegiatan ekonomi baru, budaya, pusat informasi dan pembelajaran masyarakat dusun. Kerahmah tamahan penduduk dusun Gowok menjadi salah satu nilai tersendiri.
Dalam perkembangannya dusun Gowok masih berbenah karena secara letak geografis alam memang sangat jauh dari kota. Perubahan tata ruang yang dihadapi dusun Gowok saat ini adalah Bedah Menoreh. Bedah Menoreh merupakan pembukaan akses jalan baru dari bandara baru NJIA (New Jogjakarta International Airport) yang ada di Kulon Progo menuju Borobudur Magelang melalui jalur tengah. Kemajuan pembangunan ini yang setidaknya menjadi modal awal dan gagasan juga ide ekonomi kreatif apa agar Gowok meningkat secara maksimal. Namun demikian masih memerlukan pemikiran visioner, pengelolaan dan formula apa yang tepat untuk perubahan akan hal tersebut. Oleh sebab itu mari kita menuangkan apa yang baik dan bermanfaat supaya ke depan dusun Gowok mampu tampil spektakuler dalam hal kemakmuran menuju kualitas mandiri. Semoga kita diberikan kekuatan dan mampu membangun dusun Gowok.
Amin. #gowokdesakebonharjo
Sudah dilihat 137 kali

Komentar