Droping Air Bersih Untuk Kekeringan di Daerah Gunung Kidul DIY

28 September 2019, 21:38 WIB
0 0 89
Gambar untuk Droping Air Bersih Untuk Kekeringan di Daerah Gunung Kidul DIY
Droping Air bersih ACT DIY Capai 1 Juta Liter
SHARE ON:
Droping air ACT di wilayah kekeringan DIY || YP/Nasrudin
Yogyapos.com (YOGYA) - Untuk mengatasi dampak kekeringan di sejumlah daerah di Yogyakarta, Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY menggalakkan program droping air bersih secara intensif. Sampai dengan pekan terakhir September 2019, ACT DIY telah menuntaskan droping air bersih sebanyak 1 juta liter.

“Berkat ikhtiar kita semua yang tentunya dibantu oleh para relawan MRI, akhirnya pekan ini ACT DIY telah menuntaskan droping air bersih sebanyak 1 juta liter,” ujar Bagus Suryanto, Kepala Cabang ACT DIY, selasa (24/9/2019



Selama ini droping air bersih di fokuskan untuk Wilayah Gunungkidul, hal ini dikarenakan Gunungkidul menjadi wilayah terdampak paling parah, setidaknya 14 dari 18 Kecamatan mengalami kekeringan atau sebanyak 134 ribu jiwa tengah terdampak kekeringan.

Meskipun begitu lanjut Bagus, wilayah lain juga mendapat droping air bersih walaupun porsinya lebih sedkit seperti di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul serta beberapa kecamatan di Kabupaten Kulonprogo yang juga mengalami kekeringan.

Sementara itu ketua bidang Implementasi Program, Kharis Pradana menambahkan, walaupun droping air bersih sudah mencapai 1 juta liter, ini tidak berarti program droping air bersih lantas dihentikan, “Insyaallah program ini akan terus dilanjutkan hingga musim kemarau berakhir, dengan rata-rata 24 tangki per minggu,” terangnya.

Untuk hari ini (24/9), droping air bersih akan dilakukan di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, dengan total 16.000 liter atau 4 tangki, karena menurut data dari BMKG DIY Bantul merupakan wilayah yang tidak mengalami hujan paling lama yaitu lebih dari 90 hari tidak turun hujan.



Selain program droping air, pembangunan sumur wakaf turut menjadi prioritas ACT DIY untuk mengentaskan permasalahan kekeringan di sejumlah wilayah di Yogyakarta, “saat ini sudah ada 20 sumur wakaf yang dibangun, dua titik di Kota dan Bantul, dan 18 titik dibangun di Gunungkidul, sumur wakaf ke-20 dibangun di Desa Playen, Kecamatan Playen, Gunungkidul yang pembangunannya selesai pekan ini,” lanjut Kharis.

Mengingat dampak kekeringan yang semakin meluas serta prediksi BMKG untuk wilayah DIY terutama Gunungkidul baru akan memasuki musim penghujan di bulan November mendatang, ACT mengajak para dermawan untuk bahu-membahu mengirimkan bantuan terbaik untuk saudara-saudara terdampak kekeringan melalui bit.ly/Dermawan Berbagi.

Sumber : Yogyapos.com

  Komentar untuk Droping Air Bersih Untuk Kekeringan di Daerah Gunung Kidul DIY

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  4. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  4. 2
    Komentar