Doa Bersama SDK Kanisius Pelem Dukuh

58278 medium post 64195 238407e8 ee7e 48f8 9f69 50828abaf480 2019 04 13t12 46 40.181 07 00 58279 medium post 64195 c2e4d895 5348 4071 92e3 b75165615e5a 2019 04 13t12 46 41.329 07 00
SDK Kanisius Pelem Dukuh. Purwosari, Girimulyo. Menggelar doa bersama dalam rangka menghadapi USBN (Ujian Sekolah Berstandart Nasional ). Sabtu, 13 April 2019. Hadir Pada saat itu Kepala Sekolah, Segenap guru,karyawan,karyawati, wali murid kelas VI dan semua siswa-siswi SDK Kanisius Pelem Dukuh.
Dalam sambutannya Kepala Sekolah SDK Kanisius Cicilia Triharyani, S.Pd menitip pesan terutama kepada siswa-siswi Kelas VI agar nanti pada saat menghadapi Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada Tanggal, 22 - 24 April 2019. Supaya dihadapi dengan tenang tanpa ada rasa kuwatir atau takut, Karna apapun masalah yang kita hadapi dengan tenang niscaya akan bisa diselesaikan dengan lancar. Tuhan pasti akan menolong. Namun sebaliknya kalau kita menghadapi suatu ujian atau masalah dengan perasaan, pikiran yang tidak tenang sudah barang tentu hasilnya tidak bisa maksimal. Jangan begitu mendengar kata “Ujian Nasional” lantas kalian akan takut atau gemetar.
Ujian Nasional Tidak ada bedanya dengan ujian Semester, tandas beliau. Beliau juga sangat berharap bahwa dengan doa bersama ini semua siswa-siswi Kelas VI SDK Kanisius khususnya bisa lulus semua dan meraih hasil yang memuaskan. Dan bisa meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Sementara itu dalam acara Renungan dan Doa Bersama tersebut dipimpin oleh Heribertus  Sukirman, perwakilan wali siswa kelas VI, mengajak kita semua untuk Mendekatkan diri kepada Allah. Karena dengan mendekatkan diri kepada Allah akan memberikan apa yang kita inginkan atau hajatkan. Beliau juga menegaskan bahwa Allah akan memberikan apa yang diinginkan hambanya apabila kita minta atau berdo’a kepadaNya. Namun pada hakekatnya do’a itu merupakan satu-satunya cara untuk menyerahkan diri. Dan marilah kita semua untuk selalu ingat atau berdo’a kepadaNya yang disertai dengan ikhtiar, usaha dan upaya yang tiada henti. Seperti perumpamaan jawa Jer Basuki Mawa Bea. Kultur jawa yang tak lengkang oleh jaman. Mengandung unsur filosofi tinggi, dimana segala harapan diperlukan sebuah pengorbanan. Tandas beliau. #purwosari girimulyo
Sudah dilihat 119 kali

Komentar