DKUPP TUNGGU INSTRUKSI PEMPROV JABAR MENGENAI PEREDARAN PRODUK JOHNSIN&JOHNSON

Header illustration
Kalah di pengadilan Missouri Amerika Serikat karena dituding dapat memicu kangker ovarium, Bedak tabur bayi Johnson & Johnson masih beredar di Kabupaten Subang. Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Subang tunggu keputusan dari provinsi.
Kepala DKUPP Subang Drs Rahmat Faturahman mengatakan kabar Bedak tabur bayi Johnson & Johnson yang ramai di medsos, pihaknya langsung melakukan peninjauan terhadap toko yang menjual produk tersebut.
Dijelaskan Rahmat, pihaknya masih menunggu pemberitahuan dari pihak pemerintah Provinsi Jawa Barat atau Dinas Kesehatan terkait apakah produk bedak tersebut berbahaya atau tidaknya. Selanjutnya, pihaknya akan berkordinasi juga dengan pihak Dinkes Subang apakah memang produk bedak tersebut berbahaya atau tidak bagi kesehatan. Pihaknyapun meminta masyarakat menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Dr H Ade Rusiyana Msi mengatakan pihaknya sejauh ini belum mendapatkan surat resmi dari Kementrian Kesehatan mengenai produk bedak merk Jhonson & Jhonson tersebut.
Sudah dilihat 13 kali

Komentar