Dikira Tentara China, Ini Identitas Pekerja Kereta Cepat yang Ditangkap TNI AU

3565 medium tentara china
TNI AU menangkap 7 pekerja proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung karena tidak memiliki security clearance dan menerobos masuk Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. TNI AU sempat mencurigai para pekerja ini melakukan aksi mata-mata, karena dari 7 orang yang ditangkap 5 di antaranya warga negara China.

"Kita lihat ngapain ada orang asing ngebor-ngebor di area militer kita, kita kan curiga. Kita cek izin, dokumen dari Kedubesnya juga enggak ada," ujar Danlanud Halim Kolonel Pnb Sri Mulyo Handoko saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/4/2016).

Namun saat diperiksa di Pos TNI AU di Halim, para pekerja itu mengaku tidak tahu apa-apa. Sri mengatakan, kesalahan para pekerja WNA itu lebih masalah administrasi saja.

"Jadi ini lebih masalah ke kelengkapan dokumen dan security clearance. Kita minta lengkapi," ucapnya.

Saat ditangkap para pekerja ini memakai seragam seperti tentara. Para pekerja itu tak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris.

"Itu pas ditangkap pakai baju kayak tentara, tapi ternyata mereka bukan tentara. Cuma sipil saja," ucapnya.

Berikut 4 identitas WN China yang ditangkap oleh TNI AU:

1.Guo Lin Zhong, kelahiran Hunan, 5 Oktober 1989
Pekerjaan: Tukang Bor dan Administrasi

2. Wang Jun, kelahiran Nanhz, 11 September 1987
Pekerjaan: Administrasi dan Peneliti

3. Zhu Huafeng, kelahiran China, 10 Desember 1968
Pekerjaan: Teknisi Mesin

4. Cheng Qianwu, kelahiran, Hubei, 13 Oktiber 1967
Pekerjaan: Teknisi Mesin

Sedangkan identitas orang kelima masih belum diketahui.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China. Stasiun keberangkatan awal untuk kereta tersebut direncanakan akan dibangun dari Halim. Namun pihak TNI AU sudah lama menolak karena khawatir mengganggu pangkalan militer tersebut.
Sudah dilihat 146 kali

Komentar

  • Missing avatar

    Indonesia banyak pengangguran,tapi pakai tenaga asing..hemmm