Diduga Dicuri, Tiang Situs Dermaga Limbuo, Tinggal 4 Buah

57563 medium post 63508 14806bb4 570a 4f39 b798 489a0c78c7d4 2019 04 09t11 56 13.882 08 00
PALU – Situs sejarah tiang pancang dermaga pelabuhan Limbuo, yang muncul kembali pasca bencana 28 September 2018, kini terancam hilang. Situs sejarah yang terletak di sekitar muara Sungai Pondo di kawasan Pantai Talise ini, dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. Sejumlah tiang pancang di situs tersebut raib

Pada awal kemunculannya pasca bencana, tiang pancang dermaga pelabuhan tersebut berjumlah 8 buah, tapi kini hanya menyisakan empat buah. Pada bekas tiang pancang yang raib tersebut, terdapat bekas hangus seperti terkena mesin las. Kemudian, pada salah satu tiang pancang yang tersisa, terdapat goresan yang menyerupai bekas gergaji.

Salah seorang pedagang kaki lima yang sering berjualan di sekitar lokasi tersebut, mengaku tidak mengetahui perihal raibnya tiang pancang tersebut. Menurutnya, setiap harinya dari siang sampai sore hari saat dirinya berjualan di situ, tidak ada aktivitas mencurigakan di lokasi situs tersebut. “Kalau siang tidak ada yang aneh-aneh. Paling hanya orang-orang yang datang berfoto atau memancing di sekitar lokasi dermaga itu,” ujarnya.

Sejarawan IAIN Palu, Moh Sairin, yang datang langsung mengecek ke lokasi, Minggu (7/4/2019) siang, mengaku sangat menyayangkan aksi tidak terpuji tersebut. Menurutnya, situs sejarah yang memiliki cerita sejarah yang berkaitan dengan sejarah kebencanaan di Kota Palu tersebut, semestinya dirawat, bukan dirusak. “Padahal nilai sejarahnya begitu besar, semestinya sudahditetapkan sebagai kawasan situs sejarah yang dilindungi, dan diberi papan informasi. Ini juga penting sebagai daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung dan belajar dari situs sejarah tersebut, terutama terkait sejarah kebencanaan di Palu,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Talise, Sarlin, mengaku akan melakukan pemanggilan terhadap warga yang disinyalir sebagai pelaku pengrusakan tersebut. “Iya. Itu rencana bsk kita akan melakukan pemanggilan terhadap orang yg memotong tiang tersebut,” tulis Sarlin via pesan singkat Whatsapp, Minggu (7/4/2019).

Sumber : Kabar Sulteng Bangkit
Penulis: Jefrianto
Foto: Jefrianto
Editor: Yardin Hasan
Sudah dilihat 67 kali

Komentar