Depok Memanas, Pengemudi Ojek Online Tanggalkan Atribut

11382 medium depok memanas  pengemudi ojek online tanggalkan atribut
Pengemudi ojek online di kawasan Depok memilih menanggalkan atribut mereka untuk mencari penumpang. Langkah itu diambil untuk mencegah merembetnya gesekan antara pengemudi ojek online dan sopir angkutan kota yang sedang memanas di Jabodetabek, terutama Depok, Bogor, dan Tangerang.

Pengemudi ojek online, Kustaman, 54 tahun, mengatakan untuk sementara dirinya tidak mengenakan helm dan jaket berlogo Go-Jek. “Untuk menghindari bentrokan, kami tidak pakai atribut untuk sementara,” kata Kustaman, Kamis, 23 Maret 2017.

Menurut Kustaman, para pengemudi ojek online di Depok tetap beroperasi untuk melayani penumpang. “Kalau pengemudi ojek online tidak beroperasi akan berimbas terhadap penumpang yang akan telantar,” ujar Kustaman.

Lelaki yang telah dua tahun bekerja sebagai pengemudi ojek online, itu mengatakan ojek online ada pilihan profesinya untuk mencari uang untuk menafkahi keluarganya. “Kalau tidak narik (ngojek), anak istri mau makan apa?,” ujar Kustaman.

Kustaman mengatakan, imbauan untuk tidak menggunakan atribut sudah disampaikan oleh koordinator lapangan ojek online Stasiun Depok Baru. Ojek online diminta untuk melihat situasi saat beroperasi. “Yang mau menggunakan silahkan, tapi untuk sementara lebih baik tidak menggunakan atribut dulu,” ucap Kustaman.

Kustaman berharap situasi yang memanas antara ojek online dengan sopir angkot di Tangerang dan Bogor, tidak merembet ke Depok. Apalagi, angkot di Depok juga akan mengadakan unjuk rasa soal pembenahan transportasi online.

“Kami saling menginformasikan saja. Bentrokan tidak ada gunanya. Jangan sampai Depok terjadi kejadian seperti di sana (Bogor dan Tangerang)," kata Kustaman.

Sumber: Tempo
Sudah dilihat 108 kali

Komentar