Daya Akses Warga ke Fasyankes Rendah

warga di sekitar Anda di Gambir, Jakarta Pusat
2981 medium daya akses warga ke fasyankes rendah
Daya akses warga DKI Jakarta untuk ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) masih rendah. Dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, hanya 35 persen warga DKI Jakarta yang mengakses fasyankes.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Kesehatan (Prominfokes) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Niken Sari mengatakan, bukan berarti 65 persen sisanya adalah warga yang sehat sehingga tidak butuh akses fasyankes, melainkan kemampuan atau daya mengakses warga tersebut rendah.

"Jadi dari sisi mereka daya untuk mengakses ke layanan kesehatan itu ternyata masih sangat minim. Inisiatif dan daya atau kemampuan itu beda. Kalau inisiatifnya sebatas pengen mampu. Kalau daya dihubungkan dengan ekonomi, dari ongkosnya, jajan anaknya, belum kalau dirawat siapa yang kerja cari makan, lebih baik ngga usah ke kesehatan dan banyak faktornya," kata Niken, Jumat (1/4).

Menurut Niken, warga yang daya mengakses fasyankesnya rendah mayoritas warga yang tinggal di rusun, perumahan kampung padat, perumahan kumuh miskin, dan kampung deret.

Maka itu, layanan dan fasilitas harus mendekat kepada warga yang memang termasuk daya aksesnya rendah. Di samping itu, petugas kesehatan juga diminta untuk pro aktif dan aware.

"Itu kan riset nggak tiap tahun. Apa 65 persen itu sehat nggak butuh fasyankes? Makanya cocok dengan arahan dari Pak Gubernur bahwa layanan dan fasilitas harus mendekat kepada warga. Paling tidak yang saat ini membutuhkan kita akan kita tangkap dulu," tandas Niken.
Sudah dilihat 177 kali

Komentar

  • Missing avatar

    Semoga mendapat perhatian dari pemerintah...