Ciliwung Meluap, 5 Rumah Di Tebet Terendam Banjir 40 Cm Pagi Tadi

11840 medium ciliwung meluap  5 rumah di tebet terendam banjir 40 cm pagi tadi
Tingginya muka air di Kali Ciliwung membuat rumah yang berada di bantarannya terendam banjir. Salah satu lokasi yang terkena dampaknya ialah daerah Tebet, Jakarta Selatan.

"Air sudah naik dari pukul 05.00 WIB tadi. Air datangnya pelan-pelan, nggak langsung tinggi. Baru pukul 08.00 WIB airnya tinggi segini," kata salah satu warga bernama Zakaria (59) di Gang Perintis, Jalan Kampung Dalam, Kebon Baru, Tebet, Jaksel, Jumat (14/4/2017).

Zakaria mengaku sudah mendengar informasi soal kondisi Bendung Katulampa yang sudah berstatus siaga dua semalam. Namun dia tidak terlalu panik.

Menurut dia, meski rumahnya berada sekitar 15 meter dari tepi Sungai Ciliwung, banjir tidak selalu datang hingga masuk ke rumahnya. Ia tetap berpatokan pada ketinggian air yang ada di pintu air Depok.

"Sempat dengar dari BPBD DKI, Katulampa sudah siaga 2, akan ada banjir, warga diminta siaga. Saya tidak banyak persiapan. Kalau air di Depok 300 cm, baru masuk ke rumah kita. Air di sini patokannya sama Depok. Kalau di Depok sudah biru, biasanya nggak akan tinggi," ujarnya.

Di lokasi yang sama, ada Ita Rosita (44), yang juga terkena dampak banjir. Ita mengatakan banjir di daerahnya kerap hadir jika ada air kiriman dari Bendung Katulampa. Namun, jika hanya hujan deras, air tidak akan sampai naik ke daratan.

Pantauan di lokasi, ketinggian air mencapai 20-40 cm. Setidaknya ada 5 rumah yang terdampak banjir. Ita mengatakan, melihat kondisi saat ini, diperkirakan air akan lekas surut.

"Kalau airnya segini, sekitar 3-4 jam mungkin akan surut. Kecuali airnya sampai lebih 1 meter, itu bisa lama. Ditambah lagi kalau di Bogor hujan terus, banjirnya makin jadi di sini," ucapnya.

Ita, yang sudah tinggal selama dua tahun di sana, berharap ada turap di Ciliwung. Bahkan dia juga rela rumahnya digusur untuk pelebaran kali. Dia mengatakan hal itu karena kadang banjir yang datang cukup parah.

"Saya pengennya sih dibangun dinding kali. Atau kalau perlu digusur aja deh. Yang penting sih ada ganti. Saya beli rumah di sini dua tahun lalu. Ini tetangga yang rumahnya nggak ditinggiin lihat aja. Mereka harus naik ke lantai dua," tuturnya.

Sementara itu, terlihat anak-anak ceria bermain banjir. Menggunakan perahu karet mainan dan styrofoam bekas kulkas, mereka bergantian bermain perahu-perahuan.

Sumber: Detik

Komentar