BUPATI RESMIKAN BANTUAN STIMULAN RTG DI REMPEK GANGGA

68807 medium post 72871 17f85fd4 cf0a 45e9 8af9 8119e50f5de5 2019 08 04t07 38 58.869 08 00 68808 medium post 72871 8223f733 f378 46fb bd2e c493fa343006 2019 08 04t07 38 59.399 08 00 68809 medium post 72871 8681937d 7ff3 4343 91fa af77a1eb532e 2019 08 04t07 38 59.853 08 00 68810 medium post 72871 5f203d36 4328 40b7 996f eb6390112c4f 2019 08 04t07 39 00.189 08 00 68811 medium post 72871 27731eda 34ab 4266 b3c6 61511709e744 2019 08 04t07 39 00.586 08 00
Gangga, Humaspro Setda KLU - Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara terus menggenjot proses percepatan rehab rekon pascagempa dengan membangun rumah-rumah warga terdampak gempa. Seperti yang diresmikan Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., melakukan penyerahan Rumah Tahan Gempa (RTG) kepada masyarakat di Dasan Banjur, Rempek Kecamatan Gangga (2/8).
Turut hadir pula bersama Bupati Najmul diantaranya Kalaksa BPBD Muhadi, SH., Camat Gangga Suhadi, S.Sos., pendamping Fasilitator, Pokmas dan masyarakat penerima manfaat.
Dalam penyampaiannya, Bupati Najmul menegaskan pembangunan rumah tahan gempa bisa berjalan sesuai dengan rencana secara partisipatif. Lebih lanjut urai bupati, banyak sekali persoalan yang dihadapi, satu per satu terselesaikan. Bahkan BNPB menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat karena KLU sebagai daerah yang dinilai capaian pembangunan RTG cukup tinggi. Hanya saja, ada kendala diantaranya 700 KK yang menempati kawasan hutan lindung, tetapi sekitar 14 hektar pemerintah berencana mengeluarkan batasan areal dari kawasan hutan tersebut.
"Saya sudah menandatangani SK tim teknis yang diketuai oleh PUPR untuk memverifikasi terhadap rumah masyarakat pola mandiri yang sudah jadi. Apakah rumah yang dibangun tahan gempa atau tidak. Semoga upaya-upaya yang dilaksanakan pemerintah sesuai dengan yang kita harapkan," tandas bupati.
Dalam pada itu, menurut Pjs Kades Rempek Syaiful Bahri, SP., tanah yang masih disengketakan sekitar 50 persen sudah bersertifikat dan membayar pajak tetapi secara administratif dikategorikan sebagai hutan. Upaya penyelesaian sudah dilakukan, termasuk mengusulkan solusinya kepada Pemerintah Daerah.
Di tempat yang sama, pihak pendamping dari BNPB Indriana Putri menjelaskan di Desa Rempek ada 780 rekening, tetapi yang sedang kami tangani ada 571 rekening yang lain adalah data anomali sehingga perlu perbaikan.
"Dari 571 unit yang kami tangani, 570 unit sudah mulai dibangun dan 1 belum, karena tidak ada tempat lain untuk mengungsi. Menunggu tempat keluarga terlebih dahulu jadi untuk ditempati. Sementara rumahnya sedang dibangunkan. Dari 570 rumah tersebut, 207 rumah sudah ditempati warga dan sisanya dalam proses pembangunan," paparnya.
Pada akhir acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah secara simbolis oleh Bupati Lombok Utara kepada salah seorang perwakilan warga penerima manfaat. (sta/humaspro)
foto: den/humaspro
sumber: fb titana
Sudah dilihat 40 kali

Komentar