Bupati Brebes Bujuk 6.000 Lulusan SLTA Tidak Merantau ke Jakarta

14511 medium data




Brebes - Ada 6.000 lukusan SLTA di Brebes yang saat ini sedang bersiap menyerbu Jakarta dan sekitarnya untuk mencari kerja. Pemkab setempat terus membujuk mereka mengurungkan niat merantau. Mereka diminta mengembangkan daerahnya sendiri.

Sejak bulan Juni hingga hari ini, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Brebes dibanjiri para pemohon kartu kuning untuk mecari kerja. Sejak Juni hingga awal Juli, sudah mencapai 6.000 lebih calon tenaga kerja yang mengajukan permohonan kartu kuning.

Mereka kebanyakan adalah lulusan SMA atau sederajat yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Kota tujuan terbanyak adalah Jakarta, Bekasi, Karawang dan kota-kota lain.

Tingginya animo warga untuk merantau, memaksa Pemkab turun tangan. Bupati Brebes, Idza Priyanti, bahkan menemui langsung para pencari kerja di Kantor Perindustrian dan Tenaga Kerja. Kepada para lulusan SMA dan SMK ini, Idza Priyanti meminta agar membatalkan rencana merantau dan disarankan untuk bekerja di wilayah Brebes.

"Kami telah mengimbau kepada petugas kami untuk memberikan pencerahan, agar pencari kerja itu melamar di daerah sendiri karena sudah ada industri yang membutuhkan banyak tenaga," terangnya, Senin (3/7/2017).



Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Brebes, Zaenudin, menjelaskan ada banyak lapangan kerja di wilayah Brebes. Pengusaha pengusaha ini sangat membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah banyak. Dalam satu pabrik bahkan ada yang membutuhkan 6.000 orang tenaga kerja.

"Lulusan yang tidak melanjutkan kuliah akan kita tampung, kita akan sosialisasikan kepada pengusaha pengusaha. Kebetulan investasi di Brebes itu kan luar biasa," ujarnya.

Para pencari kartu kuning rata-rata mengaku hendak merantau karena kurangnya informasi mengenai ketersediaan lapangan kerja di daerahnya sendiri. Karena itu mereka memutuskan untuk mencari kerja ke kota besar mengandalkan koneksi atau informasi pekerjaan dari saudara atau teman yang sudah lebih dulu merantau di Jakarta.

Rina Yuliani (18) misalnya. Warga Kecamatan Kersana ini mengaku, hendak ke Karawang atau Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia akan berpikir ulang jika memang di daaerahnya sendiri dia bisa bekerja sesuai informasi yang diberikan oleh Bupati maupun Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

"Selain tidak usah kos juga biaya makannya murah," kata Rina Yulianti.

detik.com

Komentar