Bukti Tamparan untuk Selalu mengingat Allah dari palu

Header illustration
Jumat, 28 september 2018 adalah hari yang tidak akan dilupakan bagi seluruh masyarakat palu, sigi, donggala dan sekitarnya. pada saat gempa mengguncang palu memyebabkan tsunami dan likuifaksi yang menghilangkan lebih dari 2000 nyawa meninggal.
Pada sore itu semua masyarakat sedang sibuk dengan kegiatannya termasuk saya, pada saat itu saya sedang berada disekolah untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan. Pada saat gempa mengguncang dengan hebatnya kami siswa siswi SMA Negeri 2 palu sedang melaksanakan sholat maghrib secara berjamaah. Tepat saat imam melafaskan ta'biratul ikhram gempa terasa mengguncang seluruh siswa siswi berhamburan keluar masjid hingga berhempitan dan berdesakan hingga saya pun terjatuh dan tertindis dan menyebabkan luka pada punggung saya. Pada saat melihat keluar sy mendapati siswa siswi berteriak dan menangis histeris dan langitpun terlihat sangat merah, tidak seperti hari biasa-biasanya. Pada saat itu saya sempat berfikir "Ya Allah, apakah ini hari adalah hari akhir?, apakah besok saya tidak akan mendapati matahari terbit lagi?". Yang selalu terlafaskan di bibir adalah kalimat Istigfar dan Takbir .
Tiba-tiba kakaku langsung saja menjemput sayabyang sedang merenung untuk pulang, kemudian saya langsung dibawahnya ke pengungsian di karajalembah, kami menunggu di pengungsian hingga esok hari. Padi saat merasa keadaan sudah aman, kami memberanikan diri untuk pulang untuk mengecek rumah yang berada di jl. mangga, dan saat sampai dirumah, ternyata mama dan papa saya sudah menunggu untuk mengajak kami pulang ke pasangkayu, kami pun segera mengiyakan ajakan mereka. kami baru berangkat dari palu pada pukul 18.30 sore melalui jalur terminal typo, pada saat melewati donggala, puing-puing yang masih berserakan di jalanan pesisir pantai donggala bekas terjangan tsunami. Saya merasa merinding dan ingin meneteskan air mata seketika mengingat betapa indahnya pemandangan dan padatnya rumah-rumah penduduk disana. mengingat semua itu lantas membuat saya berpikir "ya Allah semudah itukah kau membalikkan keadaan?" dalam perjalanan donggala masih tercium aroma busuk dan amis garam pantai dan mungkin juga jasad-jasad yang belum dievakuasi.
Kejadian 28 september adalah kejadian yang tidak akan saya lupakan seumur hidup saya dan akan selalu menjadi pengingat saya akan kebesaran dan adzab Allah itu nyata #AtmaGo_goes_to_school #palu_bangkit #SMA_02_palu
Sudah dilihat 39 kali

Komentar