Bolehkah Ibu Yang Sedang Menyusui Berpuasa?

Warga AtmaGo  di  Makasar, Jakarta Timur
9 May 2019, 14:00 WIB
5 0 157
Gambar untuk Bolehkah Ibu Yang Sedang Menyusui Berpuasa?
Ibu menyusui boleh saja berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa Ramadhan diwajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan.

Namun sebenarnya, ibu diperbolehkan untuk tidak berpuasa saat masih menyusui. Meskipun, masih ada ibu yang memaksa ingin ikut berpuasa juga saat masa menyusui. Tapi sebetulnya, puasa saat menyusui itu aman bagi ibu dan bayi atau enggak ya? Kekhawatiran ini muncul karena tubuh lebih banyak kehilangan cairan karena perubahan pola makan dan tidur.

Faktanya, berpuasa bagi ibu menyusui tidak menjadi masalah meskipun ibu menyusui sedang memerlukan banyak nutrisi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan bayinya. Berpuasa bagi ibu menyusui juga tidak terlalu berdampak pada produksi ASI serta kesehatan ibu dan bayi. Pada dasarnya, puasa atau penurunan asupan kalori tidak akan memengaruhi produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini hanya akan memengaruhi kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.


Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui.

Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan. Lalu bagaimana hukumnya berpuasa bagi ibu hamil dalam agama Islam?

1. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya Saja Bila Berpuasa

Bagi ibu, untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa.

Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya. Sebagaimana dalam ayat,

“Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Qs. Al Baqarah[2]:184)


2. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya dan Buah Hati Bila Berpuasa

Sebagaimana keadaan pertama, sang ibu dalam keadaan ini wajib mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang ibu telah sanggup melaksanakannya.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).'” (al-Majmu’: 6/177, dinukil dari majalah Al Furqon)

3 .Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan si Buah Hati saja

Dalam keadaan ini, sebenarnya sang ibu mampu untuk berpuasa. Oleh karena itulah, kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan membahayakan si buah hati bukan berdasarkan perkiraan yang lemah, namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan atau telah terbukti berdasarkan percobaan bahwa puasa sang ibu akan membahayakan. Patokan lainnya bisa berdasarkan diagnosa dokter terpercaya – bahwa puasa bisa membahayakan anaknya seperti kurang akal atau sakit -. (Al Furqon, edisi 1 tahun 8)

Dalam kasus ini, terdapat beberapa perbedaan pendapat para ulama. Namun para ulama berpendapat tetap wajibnya mengqadha puasa ini karena tidak ada dalam syari’at yang menggugurkan qadha bagi orang yang mampu mengerjakannya.

Sedangkan dalil pembayaran fidyah adalah para ibu pada kondisi ketiga ini termasuk dalam keumuman ayat berikut,

“…Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin…” (Qs. Al-Baqarah [2]:184)

Namun, bila ibu tetap ingin berpuasa, ya sebetulnya tidak ada larangan. Tapi simak beberapa tips ini agar puasa sambil menyusui menjadi momen yang menyenangkan, ya!

1. Pastikan konsumsi makanan cukup saat buka dan sahur

Sebuah penelitian melaporkan bahwa beberapa kandungan nutrisi dalam ASI menurun saat ibu berpuasa. Kandungan nutrisi tersebut, yaitu zink, magnesium, dan kalium. Untuk mencegah hal ini, Ibu perlu mengonsumsi lebih banyak makanan kaya zink (seperti daging, kerang, dan gandum), kaya magnesium (seperti alpukat, kacang-kacangan, tahu, tempe, ikan, dan sayuran), serta kaya kalium (pisang, alpukat, ubi, kentang, tomat, dan ikan).

2. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi

Ibu perlu minum air putih minimal 8 gelas sehari. Ini bisa dibagi, misalnya 3 gelas saat buka puasa, 2 gelas sebelum tidur, dan 3 gelas saat sahur. Ingat, delapan merupakan angka minimal.

Jika Ibu mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti merasa kehausan, urine berwarna kuning cenderung gelap, jarang buang air kecil, merasa lemah, dan sakit kepala, sebaiknya batalkan puasamu dengan minum air putih dan beristirahat.

4. Pastikan Ibu cukup istirahat

Tidur di siang hari mungkin diperlukan untuk menghemat energi Ibu agar tetap kuat menjalankan puasa. Selain itu, kurangilah aktivitas berat dan olahraga saat puasa, serta tetaplah di rumah saat cuaca sedang panas dan lembap.


Jadi, sebelum memutuskan untuk berpuasa sambil menyusui, pertimbangkan pula apakah Si Kecil masih di bawah 6 bulan atau sedang membutuhkan ASI eksklusif. Ibu juga bisa bertanya pada dokter sebelum memutuskan ikut berpuasa.

Menyusui memang merupakan kewajiban seorang Ibu, namun jangan lupakan pula kewajiban kita sebagai Hamba-Nya. Semoga Ramadhan ini menjadi bulan yang penuh berkah dan rasa syukur.


#IbuMenyusui #RamadhanBermakna #AtmagoJabodetabek



Sumber :

https://muslimah.or.id/256-antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui.html

http://www.nu.or.id/post/read/53365/puasa-bagi-ibu-menyusui

https://www.halodoc.com/5-fakta-puasa-bagi-ibu-menyusui-yang-perlu-diketahui

https://id.theasianparent.com/puasa-ibu-menyusui

https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/tips-puasa-saat-menyusui/

  Komentar untuk Bolehkah Ibu Yang Sedang Menyusui Berpuasa?

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!