Biaya Listrik Terminal Pulogebang Rp 250 Juta Per Bulan

Warga AtmaGo  di  Pulogadung, Jakarta Timur
18 February 2016, 09:00 WIB
53 1 127
Gambar untuk Biaya Listrik Terminal Pulogebang Rp 250 Juta Per Bulan
Ini adalah laporan dari warga di wilayah kejadian. Harap berhati-hati dan selalu waspada. Jika butuh bantuan, hubungi  112
Meskipun Terminal Pulogebang, Jakarta Timur belum dioperasikan secara resmi, namun biaya tagihan listrik yang harus dibayar setiap bulannya sebesar Rp 250 juta. Ini disebabkan daya listrik yang ada di terminal tersebut mencapai 4.800 Kilo Volt Ampere (KVA)Kepala Satuan Pelaksana Sarana Prasarana UPT Terminal Pulogebang, Piten Sagala mengatakan, biaya listrik saat ini memang sangat mahal. Karena harus ditanggung UPT sendiri. Berbeda halnya jika sudah dioperasikan,rekening listrik ini bisa berbagi dengan pemilik tenan yang ada di terminal tersebut."Daya listriknya memang sangat tinggi, mencapai 4.800 kilo voltampere. Mau kita turunin daya, nanti malah repot lagi. Karena untuk menaikan daya tentu butuh biaya banyak lagi," ujar Piten, Kamis (18/2).Menurutnya, selain cukup memberatkan, tingginya tagihan listrik ini juga membuat rugi UPT. Sebab walau belum dioperasikan secara keseluruhan, tagihan listrik harus dibayarkan tepat waktu setiap bulannya. Karenanya, ia berharap agar terminal ini cepat dioperasikan.Terminal Pulogebang dibangun tahun 2010 lalu dan rampung tahun 2012. Jika tagihan listrik dimulai dari tahun 2012, maka pengeluaran biaya untuk listrik saja hingga saat ini sudah lebih dari Rp 12 miliar.

  1 Komentar untuk Biaya Listrik Terminal Pulogebang Rp 250 Juta Per Bulan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar