Bekasi panas, tau kenapa?

33219 medium images %2821%29 01
Pekan ini cuaca di beberapa wilayah Indonesia terasa panas sekali, tidak terkecuali Bekasi. Banyak warga yang enggan keluar rumah lantaran panas yang terasa sangat menyengat. Lantas taukah anda kenapa pekan ini cuaca terasa sangat exstrim?
Kepala Bagian Humas BMKG Indonesia Hary Djatmiko mengakui, cuaca panas dan terik melanda Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara beberapa hari ini. Namun, dia melanjutkan, fenomena cuaca panas dan terik merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.
"Kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada bulan-bulan transisi/pancaroba dan bulan-bulan puncak musim kemarau," katanya Senin (2/4).
Lebih lanjut lagi Pak Djatmiko jelaskan, faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, di antaranya, meliputi gerak semu matahari yang saat ini berada di sekitar khatulistiwa dan gerak menuju ke belahan bumi utara atau sebaliknya, yaitu sekitar 21-22 Maret dan 22-23 September 2018. Saat itu matahari berada tepat diatas khatulistiwa sehingga pancaran sinar matahari dan radiasi matahari yang masuk cukup optimum.
"Hal ini ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 33 37,2 derajat Celsius. Ini masih dalam kisaran normal. Suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun antara 34-37,5 derajat Celsius," ujarnya.
Meski demikian, kebanyakan warga merasa jika cuacanya terasa sangat panas. Ditambah awan yang sepertinya jarang bahkan tidak nampak dilangit-langit beberapa pekan ini, ini membuat tidak sedikit penjual keliling yang mengaku terjemur matahari, hingga akhirnya memaksa untuk lebih banyak berteduh sambil beristitahat lantaran panasnya yang menyengat. Sabut saja ujang, penjual rujak Buah yang terlihat sedang berteduh dibawah pohon di pinggiran jalan jatimulya Bekasi
"panasnya nggak nahan, nggak tau nih sampe kapan cuacanya kaya gini, semoga aja besok-besok adem" harapnya.
Selengkapnya:
https://www.google.co.id/amp/s/m.republika.co.id/amp/p6jgao366
Sudah dilihat 137 kali

Komentar