Beberapa Prosesi Adat Pernikahan Betawi

33638 medium betawi image2
http://www.riaspengantin-jakarta.com/serangkaian-tahapan-upacara-pernikahan-adat-betawi/

Beberapa Prosesi Adat Pernikahan Betawi - Berbicara tentang Adat istiadat dan Kebudayaan Indonesia merupakan pakarnya. Dari Sabang sampai Merauke dengan banyaknya suku bangsa yang berbeda, Kebudayaan dan Adat Istiadatnya pun tentu berbeda pula. Kebudayaan dan Adat istiadat Indonesia pun masuk kedalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam mengadakaan Pesta Pernikahan. Dalam Pesta Pernikahan Adat tentunya banyak sekali hal-hal yang harus dipersiapkan.

Pernikahan Adat di Indonesia sangat beragam mengingat banyaknya suku yang ada di Indonesia. Salah satu Pernikahan Adat yang ada di Indonesia yaitu Pernikahan Adat Betawi. Ciri khas dari Pernikahan ini yaitu adanya Roti Buaya dan Adu Pantun yang dilakukan oleh perwakilan kedua mempelai. Namun sebelum tahapan Adu Pantun tersebut ada tahapan lain yang harus dilakukan. Berikut Beberapa Prosesi Adat Pernikahan Betawi yang hingga kini masih dilakukan oleh masyarakat Betawi Asli :

1. Ngedelengin
Ngedelengin merupakan masa perkenalan dimana pasangan tersebut dijodohkan oleh seseorang atau yang biasa disebut “mak comblang” dalam jangka waktu yang bervariasi dari 2 bulan sampai dengan satu tahun tergantung dari kesigapan si perempuan. Namun di jaman yang sudah modern seperti sekarang ini Ngedelengin sudah jarang dipakai karena setiap pasangan sudah bisa menemukan jodohnya masing-masing.

2. Ngelamar
Setelah masa Ngedelengin atau perkenalan, selanjutnya pihak laki-laki membuat keputusan untuk menikahi perempuan. Ngelamar merupakan pernyataan resmi dari pihak keluarga laki-laki untuk menikahkan putranya kepada pihak calon mempelai perempuan. Dalam Prosesi Ngelamar ditentukan mas kawin, uang belanja, plangkah (kalau calon mendahului kakaknya), dan kekudang (makanan kesukaan calon mempelai wanita) untuk pesta pernikahan.

3. Bawa tande putus
Prosesi ini hampir sama dengan dengan Ngelamar, hanya saja dalam acara Bawa Tande Putus calon mempelai Pria memberikan tande putus berupa cincin belah rotan, uang pesalin sekadarnya, serta aneka rupa kue. Tande Putus ini sendiri artinya si gadis atau calon none mantu telah terikat dan tidak dapat lagi diganggu oleh pihak lain. Begitu pula dengan calon tuan mantu atau si pemuda. Setelah Tande Putus diserahkan, maka berlanjut dengan menentukan tanggal dan hari pernikahan. (Sumber www.riaspengantin-jakarta.com)

Klik Tautan berikut untuk Artikel selengkapnya.
http://www.riaspengantin-jakarta.com/serangkaian-tahapan-upacara-pernikahan-adat-betawi/
Sudah dilihat 40 kali

Komentar