BANYAK SAMPAH DIBUANG DI JEMBATAN TUNTANG

3 0 198
Gambar untuk BANYAK SAMPAH DIBUANG DI JEMBATAN TUNTANG
Jembatan Tuntang yang menghubungkan wilayah Bawen dan Tuntang disinyalir tidak hanya dimanfaatkan sebagai jalan penghubung saja, tetapi juga sebagai tempat pembuangan sampah. Berdasarkan pantauan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang yang dilakukan pada hari Senin, tanggal 12 Februari 2018, menurut Suwarto (45 th), warga sekitar, sejak 3 bulan terakhir, banyak pengendara kendaraan bermotor yang lewat di Jembatan Tuntang melemparkan bungkusan plastik berisi sampah dan ditinggalkan begitu saja.

Suwarto mengatakan bahwa pembuang sampah tersebut kemungkinan berasal dari luar daerah, tetapi ada kemungkinan juga mereka berasal dari lingkungan Tuntang dan Bawen. “Banyak komuter yang bekerja di Ungaran pada saat berangkat kerja membawa bungkusan sampah dari rumah dan kemudian membuang bungkusan tersebut di Jembatan Tuntang”, tegas Suwarto. Aktivitas negatif tersebut sudah dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan menjadi rutinitas. Bahkan pada saat berita ini dirilis, berdasarkan laporan dari Koramil setempat, setelah dilakukan pembersihan, masyarakat kembali mengulang membuang sampah di lokasi tersebut.

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang, Nurhadi Subroto menyatakan bahwa fenomena membuang sampah sembarangan oleh warga masyarakat merupakan penyebab terjadinya kekumuhan di Jembatan Tuntang yang bukan merupakan tempat pembuangan sampah, salah satunya berakibat pada pendangkalan Sungai Tuntang. Hal ini menurut Nurhadi perlu adanya upaya Revolusi Mental.

Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup memang memiliki tugas melayani masyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Namun demikian, sesuai dengan pasal 70 UU No. 32 Tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, masyarakat harus berperan aktif dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup. Dalam kasus ini, apabila masyarakat melihat ada seseorang yang membuang sampah tidak pada tempatnya, maka dapat segera mengambil gambar pelaku dan melaporkan kepada dinas terkait.

Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan memasang papan larangan membuang sampah di Jembatan Tuntang dan sosialisasi publik kepada warga sekitar terkait komitmen bersama yang diperlukan untuk mencegah hal yang tidak bertanggung jawab tersebut terulang kembali

Ditambahkan oleh Nurhadi, untuk menjadi orang jahat tidak perlu sampai mencuri atau membunuh. Cukup dengan membuang sampah di sembarang tempat, anda sudah menjadi orang jahat karena menambah pekerjaan penyapu jalan dan pengangkut sampah dan merusak lingkungan yang notabene akan diwariskan kepada anak cucu generasi mendatang.

Sumber : http://dlh.semarangkab.go.id/

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Wakil Walikota akan Launching "Gerakan Relawan Hijau", Kampung Surokarsan RW 04

    Abdul Razaq  di  Pakualaman, Yogyakarta  |  3 Dec 2020
  2. Suro Amerta Surokarsan Titik Finish Gowes Bareng Promosi Wisata Kampung

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  29 Nov 2020
  3. Semangat Harlah KOPRI dari Pulau Putri

    Nensi Indri  di  Gresik  |  30 Nov 2020
  4. TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hayya 'Alal Jihad Itu Lafazh Bid'ah Dalam Azan

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kemang, Bogor Kabupaten  |  30 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  3. 2
    Komentar

    Wakil Walikota akan Launching "Gerakan Relawan Hijau", Kampung Surokarsan RW 04

    Abdul Razaq  di  Pakualaman, Yogyakarta  |  3 Dec 2020
  4. 1
    Komentar

    Jurus Jitu Camat Menurunkan Angka AKI-AKB

    Sarip Hidayatulloh  di  Parungkuda, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020