Bangun Toilet, Sman 6 Depok Minta Rp 1 Juta Ke Orang Tua

warga di sekitar Anda in Depok, Bodetabek
7819 medium bangun toilet  sekolah di depok minta rp 1 juta ke orang tua
Orang tua siswa SMA Negeri 6 Depok mempertanyakan pungutan sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta yang diminta pihak sekolah untuk pembangunan toilet. "Orang tua diminta untuk membantu pembangunan toilet. Kami dibebankan biayanya yang bisa dicicil per bulan sampai setahun," kata orang tua siswa yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Tempo, Ahad, 23 Oktober 2016.

Ia menuturkan setelah proses kegitan belajar siswa baru dimulai, orang tua siswa diajak rapat dengan kepala dan komite sekolah. Dalam rapat tersebut orang tua siswa diberikan surat selembaran yang berisi permintaan sumbangan sukarela. "Katanya dana sukarela untuk pembangunan wc di sekolah. Tapi, di kertas itu tidak ada kop surat dan lainnya," ucapnya.

Ia juga mempertanyakan isinya yang bertuliskan, "demikian surat pernyataan ini dibuat sejelas-jelasnya tanpa ada paksaan dari pihak mana pun". Lalu ada keterangan Depok, tanggal, dan tempat paraf orang tua yang disediakan di surat tersebut.

Dari hasil kesepakatan tersebut ditentukan besaran dengan total Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, yang bisa dibayar selama satu tahun atau langsung dibayar seluruhnya. "Tapi yang besarannya yang menentukan sekolah. Saya diberi tahu tahun kemarin juga sama kayak gini," ujarnya.

Kepala SMA 6 Tugino membantah sekolah yang dipimpinnya meminta dana pembangunan sekolah ke siswa. Ia menuturkan sekolah memang membutuhkan pembangunan tambahan untuk toilet siswa yang sekarang jumlahnya terbatas.

"Saya pernah mengadakan rapat dengan komite sekolah dan mengungkapkan kekurangan toilet. Tapi, bukan sekolah yang meminta duit ke orang tua siswa untuk pembangunan toilet itu," ujarnya.

Jumlah toilet siswa di SMAN 6 hanya ada 15 toilet, sedangkan jumlah seluruh siswa mencapai 1.200 orang. Menurut dia, jumlah toilet yang ada sekarang tidak sebanding dengan jumlah siswanya. "Idealnya ada 35 toilet."

Keluhan kekurangan toilet sudah diajukan ke dewan. Namun, karena pembangunan SMA sekarang dialihkan ke pemerintah provinsi, sejauh ini Depok belum bisa mengucurkan anggaran.

Menurut dia, keluhan yang disampaikan ke komite sekolah ditanggapi dengan membuat rencana meminta bantuan ke orang tua siswa. Namun, kata dia, dapat dipastikan bukan sekolah yang meminta bantuan itu. "Kami tidak bisa meminta bantuan ke orang tua siswa," katanya.

Selain itu, ia menuturkan SMA Negeri 6 berdasarkan kajian masih kekurangan biaya sekitar Rp 1 miliar untuk sejumlah pembangunan sekolah yang sampai sekarang belum selesai. Beban pembangunan tersebut juga sudah disampaikan ke komite.

"Mungkin komite berinisiatif membuat dana sharing untuk pembangunan," ucapnya. "Tapi, saya tegaskan sekali lagi sekolah tidak pernah meminta ke orang tua siswa. Kami hanya pernah sampaikan ke komite sekolah."


Sumber: Tempo

Komentar