Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

1 0 607
Gambar untuk Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan
Rokok elektrik (vape) semakin marak diperbincangkan setelah kabar mengejutkan warga Amerika Serikat terserang penyakit paru-paru misterius. Bahaya penggunaan rokok elektrik tersebut, terlebih lagi pada kalangan remaja menjadi sorotan publik.

Menanggapi vape, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono angkat bicara. Bahwa vape memiliki risiko lebih berbahaya ketimbang rokok konvensional.

"Vape risiko berbahayanya lebih banyak karena mengandung berbagai bahan kimia. Kandungan zat karsinogen (yang menyebabkan kanker) juga juga lebih banyak. Sama berbahayanya dengan rokok tembakau meskipun kandungannya bisa berbeda. Yang jelas bahan bakunya beracun," papar Anung saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, ditulis Rabu (11/9/2019).

Yang perlu diperhatikan juga aspek keamanan lain. Perilaku penggunaan vape di kalangan anak-anak dan remaja dapat berpotensi menularkan penyakit lewat mulut.

"Belum lagi aspek keamanan lain. Perilaku vape di kalangan anak-anak bisa terjadi. Belum tentu satu orang punya satu vape (apalagi harganya yang mahal). Vape jadinya dipakai sama-sama," lanjut Anung. "Penularan lewat mulut bisa terjadi. Ini kan yang membahayakan."

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga mengaku, bahaya vape memang sangat berbahaya. Pernyataan tersebut juga sesuai laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bahaya vape sama berbahaya dengan rokok tembakau, yang mengandung minimal mengandung 4.000 bahan beracun. "Saya juga sudah baca penelitian. Kalau lihat tulisan-tulisan dari luar negeri memang menyatakan vape berbahaya," tambah Menkes Nila.

Menyoal salah satu produk alternatif rokok dari AS yang masuk ke Indonesia, yakni JUUL, Anung berpendapat produk rokok tersebut seharusnya melalui uji klinis sebelum beredar di pasaran.

"Ya, tetap saja harus diuji klinis dulu. Mestinya sebelum beredar harus tetap. Ada uji klinis yang dilakukan suatu lembaga independen. Kita tidak bisa mengklaim, produk itu enggak ada asap dan aman. Harus diketahui zat kimia yang terkandung di dalamnya apa saja," jelasnya.

Sumber: Indonesia Baik (Kemenkominfo RI)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru

Berita Warga
11 jam lalu

Kami Untuk Kemanusiaan

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Jakarta Selatan

Terpopuler

  1. Pray For Indonesia Januari 2021

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Klaten Utara, Klaten  |  17 Jan 2021
  2. Relawan PMI Evakuasi Korban Longsor Sumedang

    KSR PMI Kota Bandung  di  Bandung Wetan, Bandung Kota  |  13 Jan 2021
  3. Pray For Indonesia From Tangerang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cisauk, Tangerang Kabupaten  |  23 jam lalu
  4. Meraup Keuntungan dari Bisnis Hidroponik, Mahasiswa KKN UIN Walisongo diberi Bekal dari Petani

    Arini Noor Khasanah  di  Ngaliyan, Semarang Kota  |  14 Jan 2021

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Relawan PMI Evakuasi Korban Longsor Sumedang

    KSR PMI Kota Bandung  di  Bandung Wetan, Bandung Kota  |  13 Jan 2021
  2. 1
    Komentar

    FGD Prioritasi Advokasi Dana Kelurahan Kota Surakarta

    Tina Dewi S  di  Surakarta Kota  |  15 Jan 2021
  3. 0
    Komentar

    Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4.5 Km

    Radiansyah  di  Malang Kota  |  16 Jan 2021
  4. 0
    Komentar

    Pelatihan Kerja Gratis BLK Sidoarjo

    Gilang H H  di  Surabaya  |  18 Jan 2021