Babinsa Pos Ramil Mojoanyar Semangat Dampingi Petani Panen Padi

61582 medium img 20190518 230611 944
Mojokerto, - Babinsa Kwatu Pos Ramil Mojoanyar Kodim 0815 Mojokerto Serda Sumiran, melaksanakan pendampingan Upsus Ketahanan Pangan, di Dusun Kwatu Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jum’at (17/05/2019).

Menurut Serda Sumiran, kegiatan pendampingan ketahanan pangan berupa panen padi berlangsung di lahan seluas 3.000 meter yang ditanami jenis padi varietas Inpari-32, milik H. Romli, anggota Poktan Tani Kuat, Dusun/Desa Kwatu.

Serda Sumiran menambahkan, panen padi di lokasi tersebut, menghasilkan gabah seberat 2,5 ton, berarti dalam satu hektar, produktivitas panen mencapai 7,25 ton. Untuk harga gabah kering panen (GKP) saat ini di tingkat petani dihargai Rp 4.000,- per kilogram, sedangkan gabah kering panen (GKP) mencapai Rp 5.000,- per kilogram.

“Hasil panen ini tentunya sangat menggembirakan bagi petani, karena di beberapa lokasi sebagian petani tidak bisa maksimal dalam memanen padi akibat adanya padi yang rebah karena diguyur hujan,” imbuhnya.

Sehari sebelumnya, Kamis (16/05), pendampingan panen padi juga berlangsung di Dusun Rangkah Desa Sumberjati. Panen padi di lahan seluas 4.000 meter yang ditanami jenis padi varietas Inpari-32, milik Sukiman, anggota Poktan Sri Rejeki III, mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Sumberjati, Kopka Raino.

Pada kesempatan berbeda, Danpos Ramil Mojoanyar Lettu Inf Akhmad Rifa’i menuturkan, aktivitas pendampingan Upsus Pajale ini hingga saat ini masih dilakukan para Babinsa di wilayah binaan masing-masing.

“Hal ini dilakukan guna memotivasi sekaligus membantu petani dalam mewujudkan swasembada pangan. Bila pencapaian swasembada pangan terwujud, maka dengan sendirinya pendapatan petani akan bertambah,” tegasnya.

Masih kata Danpos, untuk mengoptimalkan pencapaian swasembada pangan di wilayah, para Babinsa harus bersinergi dengan PPL dan Poktan, untuk terus memberikan penyuluhan, pengawalan dan pendampingan sejak masa pengolahan lahan, perawatan tanaman hingga masa panen tiba.

“Dengan demikian maka siklus pangan akan terus berlangsung tanpa kendati ada hambatan namun tentunya akan diminimalisir oleh petugas lapangan bersama Poktan dan petani itu sendiri,” pungkasnya.
Sudah dilihat 28 kali

Komentar