Ayo Lestarikan Kaulinan Urang Lembur

2 0 272
Gambar untuk Ayo Lestarikan Kaulinan Urang Lembur
Permainan tradisional yang dulu pernah berjaya, kian hari semakin sulit ditemukan. Banyak kaulinan urang lembur yang kini mulai ditinggalkan oleh anak-anak. Jauh dari kata lestari, apalagi abadi.

Banyak hal yang menjadi faktor. Munculnya ragam permainan modern dan gadget kerap dituding jadi biang. Tak hanya itu, berkurangnya ruang publik akibat alihfungsi lahan, termasuk untuk menopang pembangunan, menjadi faktor lain.

Sejumlah alasan tersebut kemudian dijadikan alasan oleh pemerintah Kota Bogor untuk mengadakan festival kaulinan urang lembur di Lapangan GOR Pajajaran selama dua berturut-turut, Rabu (28/8/2019) dan Kamis (29/8/2019).

Festival ini diikuti oleh ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bogor. Mereka tak sekedar bermain tetapi berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam Lomba Kaulinan Urang Lembur.

Para peserta yang ikut berpatisipasi itu harus memainkan sebanyak 11 permainan tradisional secara estafet, yang tercepat menyelesaikan permainan akan menjadi pemenang.

Permainan tradisional yang harus dimainkan oleh peserta adalah Enggrang, balok lumpat, rorodaan, tarumpah bakiak panjang, babancakan, sorodot gaplok, gegerelengan, gansing, gatrik, bedil jepret, dan sumpit.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Sahlan Rasyidi mengatakan lomba Kaulinan Urang Lembur merupakan agenda tahunan di Kota Hujan yang merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan permainan tradisional yang hampir punah.

"Mudahan peserta yang ikut kegiatan ini kembali mencintai permainan tradisional, permainan leluhur kita karena sekarang permainan urang lembur itu sudah kalah dengan game komputer dan handphone," ucap Sahlan.

Dia mengaku kegiatan ini belum diikuti oleh seluruh SMP di Kota Bogor. Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya partisipasi meningkat dari sebelumnya hanya diikuti 22 sekolah menjadi 30 sekolah.

"Tentunya kalau kita inginnya ini diikuti oleh seluruh sekolah agar sosialisasi kaulinan urang lembur ini lebih luas lagi tapi ternyata tidak semua yang bisa ikut, mudah-mudahan tahun depan bisa semua," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarif Hidayat mengatakan kegiatan ini dibutuhkan oleh anak-anak bukan hanya untuk melestarikan permainan tradisional tapi juga memiliki makna untuk tumbuh kembang karakter anak.

"Selain melestarikan kaulinan urang lembur, ini juga banyak makna bagi pribadi anak, lewat kegiatan ini anak bisa bersabar, kalau game di gagdget kan komunikasinya juga kurang, kalau ini mesti banyak komunikasi dan permainan tradisional ini juga menumbuhkan rasa saling membantu, gotong royong karena beberapa permainan kan tidak bisa dimainkan sendiri tapi secara bersama," jelas Ade.

Dia menambahkan untuk sosialisasi yang lebih luas pihaknya meminta Disparbud bukan hanya mengkampanyekannya lewat festival saja tapi juga melalui contoh yang dapat diberikan oleh aparatur wilayah dengan ikut memainkannya di wilayah masing-masing.

"Saya sepakat ini terus dilestarikan tapi saya minta disbudpar untuk sosialisasikan ini bukan hanya lewat lomba saja saya ingin bisa dilakukan oleh aparatur di kecamatan, kelurahan atau kedepannya masyarakat yang ikut lomba bukan hanya anak sekolah saja," kata Ade.

---------
Sumber: AyoBogor.com
Penulis: Husnul Khatimah
Editor : Andres Fatubun

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pray For Indonesia Januari 2021

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Klaten Utara, Klaten  |  17 Jan 2021
  2. Pray For Indonesia From Tangerang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cisauk, Tangerang Kabupaten  |  19 Jan 2021
  3. Terpilihnya Dhiyaur Ridho, Begini Harapan dan pendapat teman-teman IKAMALA Sidoarjo

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  21 Jan 2021

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Pembukaan Beasiswa Banyuwangi Cerdas 2021

    Wisnu Artedjo  di  Banyuwangi  |  21 Jan 2021
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar

    Terpilihnya Dhiyaur Ridho, Begini Harapan dan pendapat teman-teman IKAMALA Sidoarjo

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  21 Jan 2021
  4. 2
    Komentar

    FGD Prioritasi Advokasi Dana Kelurahan Kota Surakarta

    Tina Dewi S  di  Surakarta Kota  |  15 Jan 2021