Atasi SAMPAH PLASTIK, Kota Semarang berlakukan Perda Pengendalian Penggunaan Plastik.

69590 medium post 73515 f2c9e21d 6458 4be8 95b1 ad3a3af72f80 2019 08 12t08 36 28.881 07 00

Jakarta, 14-08-19; Kota Semarang menjadi salah satu deretan kota di Indonesia yang telah tegas memberlakukan Perda Pengendalian Penggunaan Plastik. Melalui Peraturan Walikota Nomor 27 Tahun 2019, Walikota Semarang telah tegas membatasi penggunaan plastik di industri penyedia, hotel dan tempat tempat lainnya.

Keputusan Walikota Semarang ini sangatlah tepat mengingat keberadaan plastik di darat dan di laut telah membunuh kehidupan. Sungguh memilukan, laut kita yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sudah seperti Tempat Akhir Pembuangan sampah. Bahkan data menyebutkan Indonesia merupakan negara nomor 2 pembuang sampah plastik ke laut. Atas dasar tersebut, kita menyambut positif langkah tegas Walikota Semarang.

Perwali ini diterbitkan dengan pertimbangan bahwa dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, indah dan sehat diperlukan partisipasi masyarakat untuk membatasi penggunaan plastik. Hal ini sampah plastik telah menjadi permasalahan yang sangat kompleks karena plastik tidak dapat teruraikan sehingga keberadaannya menganggu kehidupan biota laut maupun darat. Pelarangan penggunaan plastik dalam bentuk kantong plastik, pipet minum plastik, gelas dan botol plastik sekali pakai serta styrofoam diharapkan dapat mengurangi kerusakan lingkungan dan kehidupan biota di sungai dan juga laut.

Tidak tanggung tanggung, Walikota Semarang akab memberikan sankai tegas kepada para pihak yang tidak mengindahkan peraturan tersebut, mulai dari Teguran tertulis, Perintah Paksa, Pembekuan Izin Usaha dan sampai dengan Pencabutan Izin Usaha.

Moga langkah Walikota Semarang ini dapat menjadi contoh bagi Bupati dan Walikota lainnya di Indonesia.
Sudah dilihat 133 kali

Komentar