Apakah Minum Nabeez (Rendaman Kurma) adalah Sunnah Taโ€™abbud?

Gambar untuk Apakah Minum Nabeez (Rendaman Kurma) adalah Sunnah Taโ€™abbud?
Apakah Minum Nabeez (Rendaman Kurma) adalah Sunnah Taโ€™abbud?

Para ulama menjelaskan bahwa hukum minum nabeez (rendaman kurma) adalah mubah bukanlah sunnah taโ€™abbud. Dalam artian apabila kita sengaja ingin minum nabeez untuk mendapatkan pahala dan yakin ini sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang dianjurkan, maka ini TIDAK tepat.

Dasar-Dasar Pendalilan

1. Dalam pelajaran ushul fikh, tidak semua perbuatan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah sunnah dalam rangka untuk beribadah mendapatkan pahala disebut juga dengan sunnah taโ€™abbud), tetapi ada juga perbuatan beliau yang merupakan โ€˜urf/adat atau perangai beliau sebagai seorang manusia dan beliau melakukan untuk menunjukkan kebolehannya/mubah (disebut dengan sunnah jibillah).

2. Hadits yang menunjukan Nabi shallallahu โ€˜alaihi sallam minum nabeez karena memang saat itu minuman favorit dan agar menepis anggapan hukumnya haram membuat nabeez, karena setelah beberapa hari nabeez akan menjadi khamer (sebelum menjadi khamer, ini lah yang diperbolehkan)

3. Nabeez merupakan minuman bergizi dan bermanfaat, hanya saja hukum meminumnya bukanlah sunnah dan berpahala, akan tetapi kita bisa mendapatkan pahala apabila kita karena rasa cinta kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang minum nabeez kita pun minum nabeez juga (pahalanya karena cinta kepada idolanya)

Penjelasan Terkait Bolehnya Minum Nabeez

Imam Muslim membuat Bab dalam kitab shahihnya dengan judul BOLEHNYA nabeez:

ุจุงุจ: ุฅุจุงุญุฉ ุงู„ู†ุจูŠุฐ ุงู„ุฐูŠ ู„ู… ูŠุดุชุฏ ูˆู„ู… ูŠุตุฑ ู…ุณูƒุฑุง.

โ€œBab: BOLEHNYA nabeez yang tidak tidak โ€˜mengerasโ€™ dan tidak menjadi khamerโ€

Nawawi menjelaskan BOLEHNYA nabeez dari beberapa hadits yang ada di shahih Muslim. Beliau berkata,

ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุฏู„ุงู„ุฉ ุนู„ู‰ ุฌูˆุงุฒ ุงู„ุงู†ุชุจุงุฐ ุŒ ูˆุฌูˆุงุฒ ุดุฑุจ ุงู„ู†ุจูŠุฐ ู…ุง ุฏุงู… ุญู„ูˆุง ู„ู… ูŠุชุบูŠุฑ ูˆู„ู… ูŠุบู„ ุŒ ูˆู‡ุฐุง ุฌุงุฆุฒ ุจุฅุฌู…ุงุน ุงู„ุฃู…ุฉ

โ€œHadits-hadits ini menunjukkan BOLEHNYA โ€˜intibadzโ€™ (proses merendam kurma dan sejenisnya) dan bolehnya nabeez selama manis rasanya dan tidak berubah menjadi khamer. Ini BOLEH dengan ijmaโ€™ umat.โ€ [syarh an-Nawawi ala shahih muslim, Kitab Asyribah hal. 147]

Demikian juga Ibnu Rusydi menegaskan ijmaโ€™ ulama BOLEHNYA nabeez, beliau berkata,

ูุฅู†ู‡ู… ุฃุฌู…ุนูˆุง ุนู„ู‰ ุฌูˆุงุฒ ุงู„ุงู†ุชุจุงุฐ ููŠ ุงู„ุฃุณู‚ูŠุฉ

โ€œPara ulama bersepakat BOLEHNYA โ€˜intibadzโ€™ (merendam kurma dan sejenisnya) pada minuman.โ€ [Bidayatul Mujtahid hal 432]

Nabeez Tidak Hanya Rendaman Kurma

Perlu diketahui bahwa nabeez bukan hanya dengan rendaman kurma, tetapi bisa juga dengan kismis atau semisalnya. Sebagaimana hadits berikut:

ูŽุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูู†ู’ุจูŽุฐู ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฒู‘ูŽุจููŠุจู ูููŠ ุงู„ุณู‘ูู‚ูŽุงุกู ููŽูŠูŽุดู’ุฑูŽุจูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุฏูŽ ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฏู ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุณูŽุงุกู ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽุฉู ุดูŽุฑูุจูŽู‡ู ูˆูŽุณูŽู‚ูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ููŽุถูŽู„ูŽ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ุฃูŽู‡ูŽุฑูŽุงู‚ูŽู‡ู

Dari Ibnu Abbas radhialahu โ€˜anhu, ia berkata,โ€Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah dibuatkan rendaman kismis dalam satu bejana, kemudian beliau minum rendaman tersebut pada hari itu, juga esok harinya dan keesokannya harinya. Pada sore hari ketiga beliau memberi minuman tersebut kepada yang lain, jika masih ada yang tersisa , beliaupun menuangnya.โ€. [HR. Muslim]

Proses โ€˜intibadzโ€™ ini yaitu didinginkan semalam dengan bejana kulit, perhatikan hadits berikut

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุถููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ุฑูŽุฌูู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ุฑูŽุฌูู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุนูŽู‡ู ุตูŽุงุญูุจูŒ ู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ ู…ูŽุงุกูŒ ุจูŽุงุชูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ูููŠ ุดูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุฅูู„ู‘ูŽุง ูƒูŽุฑูŽุนู’ู†ูŽุง

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu โ€˜anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam masuk ke rumah salah seorang laki-laki Anshar bersama seorang sahabatnya, seraya berkata kepadanya,โ€Adakah engkau mempunyai air yang telah diinapkan dalam bejana kulit? Jika tidak kami akan minum langsung dari mulut kamiโ€ [HR. Bukhari]

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan rendaman ini campuran madu, kurma & kismis, beliau berkata,

ูˆู‡ุฐุง ูŠุญุชู…ู„ ุฃู† ูŠุฑูŠุฏ ุจู‡ ุงู„ู…ุงุก ุงู„ุนุฐุจ ูƒู…ูŠุงู‡ ุงู„ุนูŠูˆู† ูˆุงู„ุขุจุงุฑ ุงู„ุญู„ูˆุฉ ุŒ ูุฅู†ู‡ ูƒุงู† ูŠุณุชุนุฐุจ ู„ู‡ ุงู„ู…ุงุก

ูˆูŠุญุชู…ู„ ุฃู† ูŠุฑูŠุฏ ุจู‡ ุงู„ู…ุงุก ุงู„ู…ู…ุฒูˆุฌ ุจุงู„ุนุณู„ ุฃูˆ ุงู„ุฐูŠ ู†ู‚ุน ููŠู‡ ุงู„ุชู…ุฑ ุฃูˆ ุงู„ุฒุจูŠุจ ูˆู‚ุฏ ูŠู‚ุงู„ โ€“ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฃุธู‡ุฑ

โ€œKemungkinan maksudnya adalah air yang segar seperti mata air dan sumur yang manis, air ini memang segar. Bisa juga maksudnya adalah rendaman air campuran madu, kurma dan kismis -pendapat ini lebih kuat-.โ€ [Tuhfatul Ahwazi bisyarhi Jamiโ€™ At-Tirmidzi 6/16]

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah juga menjelaskan bahwa bentuk minuman seperti ini bisa lebih menjaga kesehatan karena segarnya dan membuat tubuh menjadi โ€œfreshโ€. Beliau berkata,

ูˆุงู„ู…ู‚ุตูˆุฏ : ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุจุงุฑุฏุง ูˆุฎุงู„ุทู‡ ู…ุง ูŠุญู„ูŠู‡ ูƒุงู„ุนุณู„ ุฃูˆ ุงู„ุฒุจูŠุจ ุฃูˆ ุงู„ุชู…ุฑ ุฃูˆ ุงู„ุณูƒุฑ ูƒุงู† ู…ู† ุฃู†ูุน ู…ุง ูŠุฏุฎู„ ุงู„ุจุฏู† ูˆุญูุธ ุนู„ูŠู‡ ุตุญุชู‡

โ€œMaksudnya adalah air dingin campuran dengan yang bisa membuatnya manis seperti madu, kismis, kurma atau gula. Ini lebih bermanfaat bagi tubuh dan bisa menjaga kesehatan.โ€ [Zaadul Maโ€™aad 4/205]

Dari penjelasan diatas nabeez adalah minuman sehat dan bermanfaat hanya saja tidak boleh kita katakan hukumnya sunnah dan berpahala serta dinisbatkan menjadi โ€œminuman ala Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamโ€.

Catatan Terkait Nabeez

Agar lebih paham, kami jelaskan bahwa perbuatan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ada tiga macam. syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid mejelaskan bahwa perbuatan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ada tiga macam:

Pertama: perbuatan โ€œjibilliyyahโ€ seperti berdiri, duduk, makan dan minum

Kedua: Perbuatan Khusus bagi Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam seperti menikahi wanita lebih dari 4

Ketiga: perbuatan dalam rangka ibadah (tasyriโ€™) seperti shalat, puasa dan lain-lain

Kemudian beliau menjelaskan bahwa hukum asal apa yang Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam suka berupa makanan, minuman dan pakaian adalah sebuah adat/perangai sebagai seorang manusia. Beliau berkata:

ูˆุจู‡ุฐุง ูŠุชุจูŠู† ุฃู† ู…ุง ุฃุญุจู‘ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุงู„ุฃุทุนู…ุฉ ุฃูˆ ุงู„ุฃุดุฑุจุฉ ุฃูˆ ุงู„ุฃู„ุจุณุฉ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ุŒ ุงู„ุฃุตู„ ููŠู‡ ุฃู†ู‡ ู…ู† ุงู„ุนุงุฏุงุช ุงู„ุชูŠ ุชูุนู„ ุจู…ู‚ุชุถู‰ ุงู„ุจุดุฑูŠุฉ ุŒ ูˆู„ุง ูŠุฑุงุฏ ุจู‡ุง ุงู„ุชุดุฑูŠุน ุŒ ูƒูƒูˆู†ู‡ ูŠุญุจ ุงู„ุฏุจุงุก ุŒ ูˆูŠุนุงู ุงู„ุถุจ ุŒ ูˆูŠู„ุจุณ ุงู„ุนู…ุงู…ุฉ ูˆุงู„ุฑุฏุงุก ูˆุงู„ุฅุฒุงุฑ ูˆุงู„ู‚ู…ูŠุต ุŒ ู…ุง ู„ู… ูŠุฏู„ ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ุงู„ุชุดุฑูŠุน

โ€œOleh karena itu jelas bahwa apa yang disukai oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berupa makanan, minuman, pakaian dan lain-lain maka hukum asalnya adalah perkara adat/perangai sebagai seorang manusia. Bukanlah dimaksudnya untuk menjadi syariat ibadah (tasryiโ€™). Misalnya beliau suka labu dan tidak suka dhabb (seperti biawak padang pasir), misalnya juga memakai โ€˜imaamah (penutup kepala), baju, kain bawahan, gamis dan lain-lain selama tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa itu disyariatkan.โ€ [https://islamqa.info/ar/answers/149523]

Sebagian orang menyamakan antara infused water dengan nabeez, perlu diketahui prinsip nabeez adalah โ€˜intibadzโ€™ yaitu ada proses yang mengarah perubahan senyawa yang apabila dibiarkan telalu lama, maka akan menjadi khamer. Nabeez ini adalah proses sebelum menjadi khamer dan inilah yang diperbolehkan. Apabila prinsipnya sama, maka infused water sama dengan nabeez, apabila prinsipnya berbeda maka tidak boleh disamakan. Tentu hukumnya juga sama yaitu BOLEH dan bukanlah sunnah serta berpahala, serta kurang bijak apabila mengatakan โ€œini minuman sunnah berpahala dari Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamโ€ atau dinisbatkan sunnahnya kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau Seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

Telah dimuraja'ah oleh: Ustadz Yulian Purnama, S.Kom
(Alumni ma'had Al-Ilmi Yogyakarta)

https://muslim.or.id/52081-apakah-minum-nabeez-sunnah-taabbud.html

__
Follow akun (klik):
Telegram: bit.ly/muslimafiyah
LINE: bit.ly/raehanul
Broadcast WA muslimafiyah:
089651755537
(Simpan nomornya, Kirim via WA :
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)


Link :
@DokterIndonesiaBertauh1d

  Komentar untuk Apakah Minum Nabeez (Rendaman Kurma) adalah Sunnah Taโ€™abbud?

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. GASA Kembali Berbagi Sayuran "Warga Bantu Warga" di Lima Kampung se-Kel. Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 May 2020
  2. Jelang Idul Fitri Semua Pusat Perbelanjaan Ditutup

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  21 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

    Lalu Iskandar  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  2. 3
    Komentar

    Jelang Idul Fitri Semua Pusat Perbelanjaan Ditutup

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  21 May 2020
  3. 2
    Komentar

    CORONA TIDAK MENJADI PENGHALANG RUTINITAS

    WAHYU NAN HANDA  di  Praya, Lombok Tengah  |  20 May 2020
  4. 2
    Komentar

    PT Chandra Asri Dukung Penerapan Aspal Plastik Di Semarang

    ๐™ˆ๐™Š๐™ƒ๐˜ผ๐™ˆ๐™ˆ๐˜ผ๐˜ฟ ๐™…๐˜ผ๐™€๐™‰๐™๐˜ฟ๐™„๐™‰  di  Semarang Kota  |  22 May 2020