Apa Kabar Literasi?

8 August 2019, 10:34 WIB
5 1 189
Gambar untuk Apa Kabar Literasi?
Negaraku memiliki Jutaan penulis hebat. Setiap bulannya hampir tercipta tulisan-tulisan yang sangat luar biasa. Membahas berbagai masalah-masalah kontemporer, memberi motivasi untuk menjadi Manusia-Manusia super (Ala Nietczhe), sampai solusi-solusi segala problem dalam kehidupan bermasyarakat. Meraka adalah manusia luar biasa, para pencinta dunia tinta, mereka tidak henti-hentinya menghabiskan waktu disepertiga malam untuk mebanting jari jemari mereka di atas papan tombol Qwerty. Ini adalah hobi suci, karena mereka kita bisa mengetahui dunia, bukankah buku adalah teman duduk terbaik setiap saat? Dimanapun kita membawanya, dia tidak akan pernah mengeluh.

Tidak kah kalian kagum kepada mereka?, saat nama-nama mereka terpampang dalam buku bacaan kita, Tidak kah kalian menginginkan hal itu? dimana nama anda selalu disebut-sebut di forum-forum diskusi kaum intelktual. Orang bijak mengatakan, membacalah jika ingin mengenal dunia dan menulislah jika ingin dikenal dunia. oleh karen itu, saya sangat kamu kepada para pencipta buku. bukan karena karyanya, tapi karena proses, usaha dan waktu yang sudah mereka korbankan untuk bisa menyuguhkan dihadapan kita. Betapa lelah mereka, berapa kali tombol delete, spasi dan puluhan tombol lainya ditekan untuk bisa menghasilkan satu karya luar biasa.

Aura berlawanan justru dirasakan di negara ini. Saat penulisnya menjamur justru pembacanya sangat memprihatinkan. bayangkan saja pada tahun 2016 "Most Littered Nation In The World" melakukan riset di 60 Negara didunia, hasilnya Indonesia berada di urutn ke 60. Presentasenya juga mencengangkan hanya 0,001% atau di artikan jika ada 1000 orang hanya ada 1 pembacanya, padahal ditiap-tiap daerah se-Indonesia sudah ada perpustakaan daerahnya. apa yang salah dengan kita?

Anies Baswedan pernah mengeluarkan kalimat yang sangat menampar wajah kita. Dia mengatakan "Indonesia memiliki masyarakat yang rajin membaca, namun daya membacanya yang kurang". Kita selalu membaca disosmed, hampir semua status yang lewat diberanda kita, tidak luput dari kita, selalu membacanya. Namun ketika sudah terlalu panjang kita akan melewati atau Skip. Inilah yang dimaksud dengan daya rendah. Status panjang di skip, bagaimna dengan buku yang berhalaman lebih banyak? Silahkan jawab sendiri!

Di Amerika, hampir setiap rumah memiliki perpustakaan pribadi. Saat kecil, Anak-anak mereka sudah dibiasakan bermain dengan buku, sehingga saat dewasa nanti mereka sudah terbiasa dengan lingkungan literasi. Bagaimana dengan kita? saat umur berapa kita bersentuhan dengan buku?. Saat ini banyak orang tua yang sudah memberikan Android kepada anak-anaknya, bahkan sampai mau tidurpun anaknya diberikan Android sebagai pengantar tidur. Ini tentu dua budaya yang sangat berbeda. Bagaikan langit dan bumi. Lantas kita selalu mengeluh dengan negara kita yang tertinggal. Jangan mengeluh, tanyakan seberapa hebat literasi kita. Mau jadi negara maju? Bukan bangunan yang diperbanyak, namun Sumber daya manusia yang harus dibentuk. Ya! dengan cara memperbaiki literasi negara kita.




#Atmago
#Wargabantuwarga

  1 Komentar untuk Apa Kabar Literasi?

Tulis komentarmu...

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. New Normal Starter Pack

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cibeurum, Sukabumi Kota  |  30 May 2020
  2. Warga RW 22, Mergangsan Kidul Sulap Selokan Jadi Lahan Budidaya Ikan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Jun 2020
  3. Viral Video Anak Merokok, Yayasan Lentera Anak : Pelanggaran Peraturan Dan Hak Anak

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Jagakarsa, Jakarta Selatan  |  28 May 2020
  4. Penyakit Cengkal

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kalipuro, Banyuwangi  |  30 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar

    Aceh Sukses Putus Rantai Penyebaran COVID

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  28 May 2020
  2. 3
    Komentar

    TIDAK PERLU AJARI KAMI NEW NORMAL, SUDAH BIASA BOSCU

    Dhani Rama  di  Palu Kota  |  1 Jun 2020
  3. 3
    Komentar

    KAMPUNG UJUNG BERBENAH SAMBUT NEW NORMAL

    Ayu Darwiyanti  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  31 May 2020
  4. 2
    Komentar