Apa Hikmah Diwajibkan Puasa?

60764 medium 59806510 1189769271185276 2843841440323207168 o
◈ Fatwa Ulama Ramadhan

💬 APA HIKMAH DIWAJIBKAN PUASA?

🔗http://kontakk.com/@permatasunnah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apakah hikmah dari diwajibkannya puasa?

Jawaban:
Apa bila kita membaca firman Allah Azza wa Jalla:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” [QS. Al-Baqarah/2: 183]

Pasti kita mengetahui apa hikmah diwajibkan puasa, yakni takwa dan menghambakan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, takwa adalah meninggalkan keharaman, istilah itu secara mutlak mengandung makna mengerjakan perintah, meninggalkan larangan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan mengerjakan kedustaan, maka Allah tidak butuh kepada amalannya dalam meninggalkan makanan dan minumannya.” [Diriwayatkan oleh Bukhari: Kitab Shaum, Bab: Orang yang tidak meninggalkan kata-kata dusta, megerjakannya (1903)]

Berdasarkan dalil ini diperintahkan dengan kuat terhadap setiap yang berpuasa untuk mengerjakan segala kewajiban, demikian juga menjauhi hal-hal yang haram baik berupa perkataan maupun perbuatan, hendaknya dia tidak menggunjing orang lain, tidak berdusta, tidak mengadu domba antar mereka, tidak menjual barang jualan yang haram, menjauhi segala bentuk keharaman, apabila seorang manusia mengerjakan semua itu dalam satu bulan penuh maka itu akan memudahkannya kelak untuk berlaku baik di bulan-bulan tersisa dalam setahun.

Tetapi alangkah sedihnya, sebagian besar orang yang berpuasa tidak membedakan antara hari puasa dengan hari berbuka, mereka tetap menjalani kebiasaan yang biasa dijalaninya yakni meninggalkan kewajiban, mengerjakan perbuatan haram, tidak merasakan keagungan puasa, perbuatan ini tidak membatalkan puasa tetapi mengurangi pahalanya, seringkali kesalahan itu merusak pahala puasa sehingga tersia-sialah pahalanya.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📓 Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah. Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Penerbit Pustaka Arafah.

---------•••●◆●•••----------

💎 Permata Sunnah
🌐 Web: http://permatasunnah.com
📷 Instagram: https://www.instagram.com/permata.sunnah/
📲 WAGrup Silakan bergabung. Klik!
• Pria: http://bit.ly/2PendaftaranPSI
• Wanita: http://bit.ly/2PendaftaranPSM
🛰 Channel Telegram: telegram.me/PermataSunnah
🅿 Fanspage: fb.me/GrupDakwahPermataSunnah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

💰 Donasi Dakwah Permata Sunnah
🏧 Bank Negara Indonesia (BNI Syariah) | No. Rek: 0617861121 Kode Bank 009
📱 Konfirmasi: 0822-9386-8892 (WA)
Sudah dilihat 29 kali

Komentar