Apa Hikmah Diwajibkan Puasa?

Gambar untuk Apa Hikmah Diwajibkan Puasa?
β—ˆ Fatwa Ulama Ramadhan

πŸ’¬ APA HIKMAH DIWAJIBKAN PUASA?

πŸ”—http://kontakk.com/@permatasunnah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apakah hikmah dari diwajibkannya puasa?

Jawaban:
Apa bila kita membaca firman Allah Azza wa Jalla:

يَا Ψ£ΩŽΩŠΩ‘ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ†ΩŽ Ψ’Ω…ΩŽΩ†ΩΩˆΨ§ كُΨͺِبَ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩΩ…Ω Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω ΩƒΩŽΩ…ΩŽΨ§ كُΨͺِبَ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ†ΩŽ مِنْ Ω‚ΩŽΨ¨Ω’Ω„ΩΩƒΩΩ…Ω’ Ω„ΩŽΨΉΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩƒΩΩ…Ω’ ΨͺَΨͺΩ‘ΩŽΩ‚ΩΩˆΩ†ΩŽ

β€œWahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” [QS. Al-Baqarah/2: 183]

Pasti kita mengetahui apa hikmah diwajibkan puasa, yakni takwa dan menghambakan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, takwa adalah meninggalkan keharaman, istilah itu secara mutlak mengandung makna mengerjakan perintah, meninggalkan larangan, Nabi shallallahu β€˜alaihi wa sallam bersabda:

Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ω„ΩŽΩ…Ω’ ΩŠΩŽΨ―ΩŽΨΉΩ’ Ω‚ΩŽΩˆΩ’Ω„ΩŽ Ψ§Ω„Ψ²ΩΩ‘ΩˆΨ±Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ„ΩŽ بِهِ ΩΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ψ³ΩŽ Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω حَاجَةٌ فِى Ψ£ΩŽΩ†Ω’ يَدَعَ Ψ·ΩŽΨΉΩŽΨ§Ω…ΩŽΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ΄ΩŽΨ±ΩŽΨ§Ψ¨ΩŽΩ‡Ω

β€œBarangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan mengerjakan kedustaan, maka Allah tidak butuh kepada amalannya dalam meninggalkan makanan dan minumannya.” [Diriwayatkan oleh Bukhari: Kitab Shaum, Bab: Orang yang tidak meninggalkan kata-kata dusta, megerjakannya (1903)]

Berdasarkan dalil ini diperintahkan dengan kuat terhadap setiap yang berpuasa untuk mengerjakan segala kewajiban, demikian juga menjauhi hal-hal yang haram baik berupa perkataan maupun perbuatan, hendaknya dia tidak menggunjing orang lain, tidak berdusta, tidak mengadu domba antar mereka, tidak menjual barang jualan yang haram, menjauhi segala bentuk keharaman, apabila seorang manusia mengerjakan semua itu dalam satu bulan penuh maka itu akan memudahkannya kelak untuk berlaku baik di bulan-bulan tersisa dalam setahun.

Tetapi alangkah sedihnya, sebagian besar orang yang berpuasa tidak membedakan antara hari puasa dengan hari berbuka, mereka tetap menjalani kebiasaan yang biasa dijalaninya yakni meninggalkan kewajiban, mengerjakan perbuatan haram, tidak merasakan keagungan puasa, perbuatan ini tidak membatalkan puasa tetapi mengurangi pahalanya, seringkali kesalahan itu merusak pahala puasa sehingga tersia-sialah pahalanya.

ΩˆΨ§Ω„Ω„Ω‡ أعلم… ΩˆΨ¨Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„ΨͺΩˆΩΩŠΩ‚ ΩˆΨ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„Ω‰ Ω†Ψ¨ΩŠΩ†Ψ§ Ω…Ψ­Ω…Ψ― ΩˆΨ’Ω„Ω‡ ΩˆΨ΅Ψ­Ψ¨Ω‡ ΩˆΨ³Ω„Ω…

πŸ““ Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah. Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Penerbit Pustaka Arafah.

---------‒‒‒●◆●‒‒‒----------

πŸ’Ž Permata Sunnah
🌐 Web: http://permatasunnah.com
πŸ“· Instagram: https://www.instagram.com/permata.sunnah/
πŸ“² WAGrup Silakan bergabung. Klik!
β€’ Pria: http://bit.ly/2PendaftaranPSI
β€’ Wanita: http://bit.ly/2PendaftaranPSM
πŸ›° Channel Telegram: telegram.me/PermataSunnah
πŸ…Ώ Fanspage: fb.me/GrupDakwahPermataSunnah

πŸ“‘ Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan.

πŸ’° Donasi Dakwah Permata Sunnah
🏧 Bank Negara Indonesia (BNI Syariah) | No. Rek: 0617861121 Kode Bank 009
πŸ“± Konfirmasi: 0822-9386-8892 (WA)

  Komentar untuk Apa Hikmah Diwajibkan Puasa?

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!