Angkutan sarang kejahatan

2097 medium angkutan sarang kejahatan
Gangguan-gangguan terhadap keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang angkutan reguler itu sudah ada sejak berpuluh tahun," ujar Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas saat berbincang dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.

Dia pun menegaskan jika gangguan itu sampai saat ini belum teratasi. "Karena memang tidak pernah diatasi," ujarnya.

Gangguan kejahatan bagi pengguna angkutan umum seperti dituturkan Darmaningtyas memang benar adanya. Kasus kejahatan di Angkutan Umum berada di DKI Jakarta memang sering terjadi. Salah satunya ialah maraknya tindak kejahatan berbentuk pencopetan. Kejadian ini kerap terjadi di dalam Kopaja maupun Metromini.

Peristiwa merenggut nyawa Bagus Budiwibowo, 41 tahun, Manager Wireless Product Divisi Service Solutin PT Telkom bisa dibilang membuka tabir maraknya aksi pencopetan dalam angkutan. Meski keterangan sopir dan kernet ditumpangi Bagus pun akhirnya diakui rekayasa.

Namun maraknya aksi pencopetan di Kopaja dan Metromini melintas di Jalan Jenderal Sudirman menjadi bukti jika kejahatan itu memang sering terjadi.

"Kawan-kawan sebenarnya masih banyak tanda tanya kejadiannya kaya apa? Kami sudah dapat cerita yang diulang-ulang tetapi keterangan malam Senin (15/2) itu ternyata berbeda. Kami masih bertanya-tanya (mana yang benar)," ujar Baria Ahmad Fikri, teman sekantor mendiang Bagus saat berbincang dengan merdeka.com melalui sambungan seluler kemarin.

Dimas salah seorang pegawai Bank BUMN di Sudirman mengatakan jika sebetulnya komplotan pencopet memang sering beraksi dalam Kopaja. Pengguna Kopaja 19 jurusan Tanah Abang-Cilandak ini pun mengakui jika kawanan copet mulai melancarkan aksinya ketika jam-jam sibuk. Misal seperti pulang dan masuk kantor. Sasarannya ialah para karyawan yang bekerja di sepanjang jalan itu.

"Sudah banyak kejadian, mungkin juga korban enggak melapor. Tapi kalau kaya saya, yang kerja naik Kopaja sudah hafal gelagat pencopetnya," ujar Dimas.

Dimas pun menuturkan jika dalam menjalankan aksinya mencari korban, para copet itu berkelompok. Biasanya kata dia, mereka mengincar korban saat Kopaja sesak penumpang. "Kalau sampai ada copet yang digebukin saya belum lihat," kata Dimas.

Darmaningtyas pun mengatakan jika jalur Angkutan melintas di Jalan Jendral Sudirman seperti Metromini 640 memang memiliki banyak gangguan. Salah satunya tindak kejahatan. Padahal kata dia petugas berwenang juga telah melakukan berbagai upaya menangani masalah kejahatan ini.

Namun sayang, usaha antisipasi, seperti operasi pembersihan preman di angkutan umum sifatnya masih sementara yang tidak memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan. "Mungkin kalau operasinya rutin dan kendaraan dilengkapi dengan CCTV maupun pintu selalu tertutup baru bxfisa membuat mereka jera," ujarnya.
Sudah dilihat 130 kali

Komentar