Andis Syah Putra, Penulis Muda dari Padang Guci

26079 medium img 3332
Andis Syah Putra atau sering di sapa dengan panggilan Andis adalah penulis muda kelahiran Padang Guci Kabupaten Kaur dan tepatnya di Provinsi Bengkulu. Semasa kanak-kanak Andis sering dipanggil oleh leluarganya dengan sebutan "Tunyas".

Ia lahir di Padang Guci, 16 Maret 1993 (25 tahun) dari pasangan Tarson dan Raslini. Anak pertama dari dua bersaudara ini mulai gemar menulis ketika ia duduk dibangku kuliah semester 2 (umur 18 tahun) yang dimulainya dengan mengikuti lomba-lomba menulis cerpen di media sosial facebook.

Buku pertama yang telah ia tulis berjudul Padang Guci Dikale (dilengkapi dengan kamus kecil bahasa Padang Guci) yang diterbitkan oleh penerbit dari Bengkulu El-Markazi Publisher pada bulan April tahun 2018 dengan nomor ISBN 9786025187704.

Saat ditemui, Andis menuturkan bahwa buku ini adalah buku pertama bertema tentang daerah Padang Guci yang telah berhasil diterbitkan dan dipasarkan melalui buku cetak serta ebook di media online seperti Google Play Store dan Google Play Book yang bisa di jumpai pada link
https://play.google.com/store/books/details/PADANG_GUCI_DIKALE_Dilengkapi_dengan_kamus_kecil_b?id=lolVDwAAQBAJ&hl=en

Sebagai sosok penulis muda yang lahir dan hidup dikampung pedesaan, Andis sangat bersyukur telah bisa memberikan kontribusi kepada daerah Padang Guci tanah kelahirannya melalui sumbangsihnya didunia kepenulisan. ia berharap semoga kedepannya ada penulis-penulis muda lainnya dari Padang Guci yang mengikuti jejak langkahnya menulis dan menggali potensi-potensi yang dapat memperkenalkan daerah kepada masyarakat diluar daerah Padang Guci.

Penulis muda yang sedang menyelesaikan pendidikan strata dua (S2) dijurusan Magister Akuntansi Universitas Bengkulu ini kembali menulis buku ke-2 nya yang berjudul Padang Guci beSejarah (membahas tentang sejarah berdirinya desa-desa di Padang Guci) yang tidak akan lama lagi akan selesai penulisannya.

Selain gemar menulis, Andis juga gemar mengikuti organisasi seperti BEM, HMI, IASPGH, Komunitas 1000 buku, Kitong Bisa, Pramuka, dan ia juga gemar didunia photografi yang mulai digemarinya semasa kuliah dengan diraihnya prestasi dan juara dari lomba-lomba photografi di kampusnya Universitas Bengkulu.
Sudah dilihat 58 kali

Komentar