Aksi Tolak Hasil Pemilu di Kantor Bawaslu Sulteng

61412 medium post 66933 d1cf88f5 2cf4 49e0 bb00 e5f9991abf1a 2019 05 17t17 38 40.711 08 00 61414 medium post 66933 2cb4666e 455b 4847 8923 d541e1783d25 2019 05 17t17 38 44.582 08 00 61413 medium post 66933 1fc949dd b9b3 407f 9db9 6c6430c4d8e9 2019 05 17t17 38 43.537 08 00
Sekitar 100 orang yang tergabung dalam puluhan organisasi masyarakat (ormas) melakukan aksi damai di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah (Sulteng) di Jalan Sungai Mautong, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Jumat (17/5). Mereka menamakan diri sebagai Gerakan Daulat Rakyat Sulawesi Tengah.

Massa menyebut, aksi dilakukan sebagai tanggapan atas dugaan yang mereka sebut masifnya kriminalisasi dan penangkapan ulama serta aktivis terkait dugaan banyaknya kecurangan Pemilu 2019. Mereka menuntut agar kriminalisasi ulama dan aktivis dihentikan, serta menolak hasil Pemilu 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun PaluPoso, dari puluhan ormas yang mengikuti aksi ini, beberapa di antaranya adalah FPI Sulawesi Tengah, Brigade Indonesia Raya, dan Serikat Masyarakat Sulteng. Sementara itu, polisi mengerahkan 800 personel dan sejumlah kendaran antihuru-hara di sekitar kantor Bawaslu Sulteng untuk mengamankan aksi tersebut.

sumber: kumparan Poso
Sudah dilihat 15 kali

Komentar