Adab Buang Air Menurut Imam Al-Ghazali

15 October 2018, 19:02 WIB
1 0 311
Gambar untuk Adab Buang Air Menurut Imam Al-Ghazali
Islam mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan kepada manusia. Islam mengajarkan manusia bagaimana menjalani kehidupannya sebagai wakil Tuhan di dunia dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari masalah yang besar, sampai masalah yang kecil-kecil. Namun, apa yang dijelaskan Allah dalam Al-Quran hanyalah prinsip-prinsipnya saja.

Beberapa teknis kemudian dijelaskan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Namun, setelah kewafatan Nabi maka tonggak ajaran Islam dipegang oleh para ulama setelahnya.

Ulama adalah pewaris Nabi dalam masalah agama. Ungkapan tersebut adalah hadits nabi, maka selayaknyalah seorang muslim mengambil ilmu dari para ulama. Berikut ini adab masuk toilet/jamban menurut Imam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali.

Hendaknya setiap orang muslim yang hendak masuk toilet/jamban melakukan hal-hal di bawah ini:

A. Jika buang air di WC/Toilet

1. Mendahulukan kaki kiri ketika hendak masuk ke toilet/jamban dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar.

2. Jangan membawa sesuatu yang di dalamnya adala Asma Allah dan Nabi/Rasulnya.

3. Hendaknya masuk dalam kondisi kepala memakai penutup (kopiah atau sejenisnya) dan memakai alas kaki.

4. Ketika hendak masuk (di depan pintu toilet) membaca doa berikut ini:

بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الرِّجْسِ النَّجْسِ الْخَبِيْثِ الْنُخْبِثِ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah aku berlindung kepada Allah dari kotoran yang menjijikkan dan keburukan yang menjatuhkan manusia dalam keburukan yaitu Syaitan yang terkutuk5. Ketika hendak keluar membaca doa berikut (dalam hati):

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَذْهَبَ عَنِّى مَايُؤَذِّنِى وَأَبْقَى فِيْمَا يَنْفَعُنِى

Artinya:
Aku memohon ampunan kepadamu ya Allah dengan dengan sifat maha pengamounmu. Segala puji hanya milik Allah yang telah menghilangkan sesuatu yang berbahaya dariku dan menyisakan apa yang bermanfaat bagiku.

6. Hendaknya (tidak wajib) menyediakan (membawa) 3 (tiga) batu sebagai alat istinja (cebok) sebelum menggunakan air.
Mungkin batu adalah alat yang digunakan di masa itu. Masa ketika Imam Al-Ghazali menulis kitabnya. Namun untuk saat ini mungkin bisa diganti dengan tisu sebagaimana kebiasaan orang barat. Hanya saja, jika kebiasaan orang barat adalah menggunakan kertas tisu saja, maka Islam menganjurkan penggunaan air setelah menggunakan batu atau tisu untuk istinja.

7. Tidak boleh beristinja (cebok) di dalam tempat air (bak mandi) tempat istinja’ melainkan harus disiram di luar bak mandi.

8. Menuntaskan buang air (kecil) dengan berdehem 3 (tiga) kali dan memijat kemaluan 3 (tiga) kali. Maksudnya untuk memastikan dan supaya semua kotoran keluar dari tubuh.

9. Menggunakan tangan kiri untuk membersihkan kotoran pada kemaluan. Dan menggunakan tangna kanan untuk menyiramkan air.

B. Buang air di tempat agak terbuka (bukan di toilet)

1. Memilih tempat yang jauh dari keramaian dan menghindari sebisa mungkin dari kemungkinan dilihat orang. Gunakan penutup/pelindung yang aman.

2. Menutupi aurat ketika sedang buang air.

3. Jangan menghadap matahari maupun bulan dan juga membelakangi keduanya.

4. Tidak menghadap kiblat saat buang air dan juga tidak membelakanginya.

5. Jangan berbicara ketika sedang buang air.

6. Tidak buang air di tempat-tempat sebagai berikut:

a. Air yang menggenang (diam, tidak mengalir)
b. Di bawah pohon yang berbuah
c. Pada batu
d. Tanah yang basah
e. Tempat di mana angin bertiup kencang

7. Tidak boleh kencing dengan berdiri kecuali dalam kondisi darurat.

8. Menggunakan batu atau tisu yang disusul kemudian dengan air dalam beristinja (cebok). Jika harus memilih maka pilihlah air sebagai alat istinja. Namun jikalau memilih batu atau tisu sebagai alat pembersih maka pakailah batu atau tisu dengan agak banyak.

9. Gunakanlah tangan kiri saat membersihkan kemaluan dari kotoran.

C. Ketika selesai buang air (baik di toilet maupun tidak)

1. Membaca doa sebagaimana berikut:

أَللهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِى مِنَ النِّفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِى مِنَ الْفَوَخِشِ.

Artinya:
Ya Allah bersihkanlah hatiku dari sifat munafik dan jagalah kemaulanku dari berbagai kejelekan

2. Mengusapkan tangan kiri yang dipakai membersihkan kemaluan dari kotoran pada tanah. Di masa itu mungkin sabun belum ditemukan. Namun saat ini karena sudah ada sabun bisa dipakai untuk menggantikan pengusapan tangan pada tanah.Nu online

  Komentar untuk Adab Buang Air Menurut Imam Al-Ghazali

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pelatihan Kerja Gratis dari BAZNAS DKI

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  3 Jul 2020
  2. MOBIL TERTABRAK KERETA API DIPUCUK LAMONGAN

    Ulin Nuha  di  Pucuk, Lamongan  |  2 Jul 2020
  3. Gempa M. 6,1 Guncang Jepara Jawa Tengah , Getaranya Terasa Sampai Sukabumi

    HumanityNews  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  23 jam
  4. Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat Ibadah

    Hendra Gilang  di  Jakarta Pusat  |  1 Jul 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Pelatihan Kerja Gratis dari BAZNAS DKI

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  3 Jul 2020
  2. 1
    Komentar

    BLT DANA DESA TAHAP KE 2 DI DESA DADAPAN

    ahmad wahib  di  Solokuro, Lamongan  |  30 Jun 2020
  3. 1
    Komentar

    Pengumuman 20 Pemenang Survey COVID-19

    AtmaGo  di  Jakarta Pusat  |  4 Jul 2020
  4. 1
    Komentar

    Yuk Gunakan Kalkulator COVID19 Untuk Mengetahui Kondisi Kesehatanmu

    Muh Agung  di  Jakarta Barat  |  30 Jun 2020