Ada yang harus diperjuangkan selain kehilangan

42784 medium img 20181214 wa0002
"saya kehilangan keluarga, bangunan rata. saya tak paham mengadu pada siap, tuhan saja bisa melakukan seperti ini, padahal tidak saya pinta".

Mungkin begitu hati yang lara, tersasar mengadu pada tuhan yang mana lagi, agar bahagia bisa benar-benar terasa tanpa harus kehilangan. Iman yang mulai lemah perlahan ikut hilang, bersamaan dengan rasa yang terombang-ambing kebingungan. Manusia mulai benar-benar luka, tapi tak paham bagaimana menerima luka yang diberi tuhannya, sebab kehilangan menjadi sangat pedih, tatkala mayat-mayat yang dikasihi tertimbun reruntuhan, terseret air sampai akhirnya terpendam lumpur dengan wajah ketakutan. Mereka dihasut dasyatnya sentuhan tuhan, tanpa paham bagaimana meyakinkan jiwa, untuk tidak memalingkan imam.

"hari-hari itu sangat kelam, saya hanya bisa menangis jika sudah rindu pada mereka, pada istri, suami dan anak-anak serta orang tua".

Puncak dari kegundahan hati yang menolak larut pada kehilangan, namun luka begitu sangat berasa, ada hati yang tersayat, tapi bersembunyi dengan sangat baik sampai tak terlihat. Kisah pilu yang begitu sangat berseberangan pemahaman, antara kehilangan dan merelakan.

"tapi saya harus bangkit, hidup tidak cukup di situ, saya bisa".

Semangat yang mulai bangkit, hati yang mulai melihat lagi dunia, dan jiwa yang melapangkan kuasa tuhan. Iman datang bersama kerelaan, lalu raga diajak bangkit kembali, merebut waktu yang sengaja masih disisakan tuhan, untuk melanjutkan kisah. Semua bisa saja terjadi. Luka, asmara, rindu dan apapun yang tuhan berikan, tapi lelap dengan kesedihan bukanlah pilihan baik, merebut kebahagiaan dari luka yang menggantinya adalah hal yang harus. Manusia di sana pasti kuat, jiwanya kuat, dan semangatnya sungguh kuat. Mereka dengan kebaikannya akan terus berjalan bersama waktu yang nantinya ikut memulangkan.

Mereka orang-orang hebat #paludandonggala #atmago #sulawesitengahkuat
Sudah dilihat 63 kali

Komentar