3 Anak Kecil Ini Akan Membakar Semangatmu Untuk Bangkit Dari Bencana Palu-Donggala

38952 medium jihan 38953 medium israel 38954 medium yusman
Anak kecil identik dengan yang namanya lemah, cengeng, takut dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Tetapi 3 anak kecil dalam artikel ini adalah anak kecil yang kuat, tegar dan mampu menginspirasi orang banyak untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan, membuang perasaan trauma dan bangkit melakukan sesuatu yang lebih berguna.

Padahal mereka masih anak kecil berusia 12 tahun, 6 tahun dan bahkan 3 tahun yang turut menjadi korban dari keganasan bencana alam yang terjadi di Kota Palu dan sekitarnya. Ayo dibaca sampai selesai.

1. Jihan: saya tidak pernah nangis.
Kalimat itu keluar dari mulut seorang anak kecil bernama Jihan, anak berusia 3 tahun yang selamat dari bencana di kota Palu.

Dengan kondisi gempa yang sangat menakutkan, jauh dari Ibu serta ayahnya sedang terbaring sakit, menangis karena takut dan sedih adalah suatu hal yang sangat wajar.
Orang dewasa pun bila dihadapkan dengan kondisi seperti itu, bisa dipastikan akan mengalami trauma dan ketakutan yang luar biasa.

Disaat seperti ini, kondisi yang paling dinantikan oleh anak adalah pelukan seorang ibu. Namun tanpa kehadiran ibu pun Jihan bisa menghadapi situasi yang sulit ini dengan sangat tegar dan memilih untuk tidak menangis.

Dia berkata “Jihan tidak pernah nangis, nanti Allah marah”.

2. Israel: Saya tidak boleh nangis, saya harus berani
Israel, anak berusia 6 tahun yang harus mengalami pengalaman pahit karena kehilangan ibunda tercintanya.

Pada saat gempa 7,4SR terjadi, tidak lama kemudian tsunami menghantam kota Palu dan ikut menyeret Israel bersama keluarganya.

Mereka sekeluarga mengalami luka disekujur tubuh akibat terseret tsunami, namun Ibunda Israel mengalami luka yang cukup parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Namun sayang, nyawanya tak tertolong lagi.

Ketika masa kecil seharusnya diisi dengan bermain dan hal-hal yang menyenangkan, masa kecil Israel harus di isi dengan pengalaman pahit berupa bencana gempa, tsunami dan kehilangan ibu tercinta.

Semua orang pasti akan menangis bila ibu tercinta telah tiada. Perasaan hati yang hancur saat merasakan kehilangan wanita yang paling kita sayangi akan membuat kita menangis meraung-raung, apalagi bila harus “pergi” secepat itu disaat kita masih membutuhkan kasih seorang ibu.

Namun Israel adalah anak yang kuat. Walaupun masih berumur 6 tahun dan membutuhkan kehadiran seorang ibu untuk mendidik dan menyayanginya, Israel tetap tegar menghadapi kenyataan ini.

Israel tidak menangis ketika ibunya telah “pergi” secepat itu. Dia tidak merasa kehilangan, malah dia berkata, “mama sudah pergi ke surga. Saya tidak boleh menangis, saya harus berani. Karena kalau saya menangis, nanti mama sedih. Saya harus belajar dan membaca, karena mamaku suka sekali, mamaku senang sekali”.

3. Yusman, bertanggung jawab mengurusi hidup kedua adiknya
Saat terjadinya gempa, Yusman sedang bermain bersama 2 adiknya diluar rumah. Mengetahui guncangan gempanya sangat keras, Yusman langsung berlari mengajak 2 adiknya untuk segera pulang ke rumah.

Namun ditengah jalan dia diajak oleh orang-orang sekitar untuk segera naik ke mobil karena tsunami sedang datang menuju ke arah mereka.

Tanpa ayah dan ibunya, Yusman bersama kedua adiknya ikut menumpang untuk mengungsi di atas bukit.

Saat itu ayah Yusman sedang berada di luar kota dan ibunya sedang memasak di rumah. Namun dia terpaksa harus mengungsi untuk menghindari bahaya yang mengancam keselamatan dirinya dan juga adik-adiknya.

Sehari setelah gempa, Yusman pulang ke rumah, tapi ternyata rumah Yusman sudah hancur dan orang tuanya pun belum ditemukan. Pada akhirnya Yusman kembali ke posko pengungsian untuk bertahan hidup disana.

Walau masih berusia 12 tahun, Yusman mengalami bencana dan jauh dari orang tua. Dengan perasaan khawatir dan bertanya-tanya tentang kabar orang tuanya yang masih belum jelas, disaat itu pula Yusman harus mengurusi hidup kedua adiknya.

Apa boleh buat. Yusman sebagai kakak yang paling tua mau tak mau harus bisa menjaga dan mengurusi kebutuhan dari kedua adiknya.

KESIMPULAN
1 kata untuk mereka bertiga, HEBAT! 2 jempol untuk mereka. 3 anak kecil yang luar biasa kuat menghadapi kesulitan hidup.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda lebih kuat dari anak-anak kecil yang sudah disebutkan diatas? Ataukah Anda kalah kuat dari mereka?

Inilah saatnya meninggalkan semua kesedihan yang kita rasakan.

AYO BANGKIT!

Jangan kalah dari anak-anak kecil ini. Kalau mereka bisa kuat mengahadapi kejadian ini, masa kita harus kalah dari anak kecil?

Ada pepatah yang mengatakan “segala sestuatu yang tidak membunuhmu akan menguatkanmu”.

Jadi, jangan hanya berdiam diri.

LAKUKAN SESUATU! BERUSAHALAH!

Mari kita bangkit bersama, kita bangun kembali kota Palu yang kita cintai ini.
Kita bangun lagi desa-desa tempat kita dilahirkan. Kita percantik lagi tanah kelahiran kita ini dengan kekuatan kita yang baru, yang lebih kuat.

Bersama-sama kita bangkit, bersama-sama kita pasti BISA!
#SulawesiTengahBangkit #palukuat #palubangkit #AtmaGo

sumber foto:
jihan: Bayu Andrein
Yusman: kaskus.co.id
Sudah dilihat 102 kali

Komentar