2020, Kecamatan Di Jogja Jadi Kemantren dan Kapanewon

30 November 2019, 16:30 WIB
2 0 71
2020, Kecamatan Di Jogja Jadi Kemantren dan Kapanewon

Sumber : krjogja.com

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemda DIY akan segera merealisisasikan perubahan nomenklatur kecamatan dan desa di DIY. Rencananya perubahan nomenklatur kecamatan dan desa di seluruh DIY dengan pilot project di Kulonprogo ini bisa dimulai pada tahun 2020 mendatang.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, terkait perubahan nomenklatur kecamatan dan desa tersebut, Pemerintah Kabupaten/Kota akan membuat Perda sesuai dengan Perda Keistimewaan (Perdais) DIY. Untuk itu diminta kabupaten/kota segera menyelesaikan Perda tersebut tahun ini.

"Saya minta agar Perda ini segera diteken atau disahkan di akhir tahun 2019 ini. Apalagi ada Pemilihan Lurah nantinya, jadi kami minta tahun ini diselesaikan Perdanya," ujar Sultan HB X di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (29/11).

Paniradya Pati atau Pimpinan Paniradya Kaistimewan Pemda DIY Beny Suharsono mengatakan, untuk pilot project nomenklatur tersebut akan dimulai dari Kabupaten Kulonprogo. Setelah itu dilanjutkan di Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Kota Yogyakarta. Sedangkan untuk Kabupaten Sleman masih menunggu persetujuan DPRD baru.

"Di seluruh wilayah DIY terdapat 78 kecamatan yang tersebar di kabupaten/kota. Untuk 14 kecamatan di Kota Yogyakarta akan berubah namanya dari kecamatan menjadi Kemantren. Nantinya Kemantren akan dipimpin oleh Mantri Pamong Praja. Sedangkan 64 kecamatan yang ada di kabupaten akan berganti nama menjadi Kapanewon yang dipimpin oleh seorang Panewu," jelas Beny.

Benny menjelaskan, selain di level kecamatan, perubahan nomenklatur juga terjadi di desa. Dampak dari adanya perubahan tersebut untuk desa nantinya akan berganti nama menjadi Kalurahan yang akan dipimpin oleh seorang Lurah. Jadi kalau saat ini desa dipimpin oleh Kepala Desa, nantinya Kalurahan akan dipimpin seorang Lurah. Sedangkan 45 kalurahan yang ada di Kota Yogyakarta tidak mengalami perubahan karena tidak ada pergantian nama.

"Memang dampak dari adanya perubahan nama ini akan mempengaruhi semua hal yang berkaitan dengan administrasi. Kendati demikian, saya minta masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, karena penyesuaian nama ini tidak terlalu rumit," ujar Benny.

Menurut Benny, perubahan nomenklatur itu harus dilaksanakan karena merupakan perintah Undang Undang. Seperti diketahui, DIY memiliki UU Keistimewaan yang berbeda dengan wilayah lain dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, termasuk penggunaan nama kecamatan dan desa yang disesuaikan dengan Undang Undang tersebut. (Ira/Ria)

  Komentar untuk 2020, Kecamatan Di Jogja Jadi Kemantren dan Kapanewon

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
40 menit

Loker driver

Jainudiaja  di  Senen, Jakarta Pusat
Berita Warga
3 jam

Mengenal Novel Coronavirus

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Tanjung Priok, Jakarta Utara

Terpopuler

  1. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  2. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  3. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020
  4. MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 8
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020