13 Informasi Taman Nasional Ujung Kulon

30390 medium dji 0389
http://kilikili-adventure.com/intermezzo/story/13-info-destinasi-wisata-ujung-kulon-banten

13 Informasi Taman Nasional Ujung Kulon - Jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang tiada habisnya? Coba berkunjung ke sebuah tempat wisata yang berada di ujung barat Pulau jawa yang satu ini, Ujung Kulon. Ujung Kulon atau Taman Nasional Ujung Kulon merupakan Sebuah tempat wisata bersejarah yang memiliki pemandangan nan indah dan juga berbagai macam Flora dan Fauna yang menarik juga beragam. Flora dan Fauna yang terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon ini tinggal di hutan lindung yang sangat luas. Tempat ini juga sudah dinobatkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Berikut 13 Informasi Taman Nasional Ujung Kulon yang harus Anda ketahui sebelum berlibur ke tempat ini bersama orang-orang tercinta :

1. Secara administratif Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon terletak di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Secara geografis Taman Nasional Ujung Kulon terletak antara (06°52′17″LU 105°02′32″BT) dan (06°30′43″LU 105°37′37″BT).

2. Luas kawasan Taman Nasional Ujung Kulon ini adalah 122.956 Ha yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 284/Kpts-II/1992 tanggal 26 Februari 1992 tentang Perubahan Fungsi Cagar Alam Gunung Honje, Cagar Alam Pulau Panaitan, Cagar Alam Pulau Peucang, dan Cagar alam Ujung Kulon seluas 78.619 Ha dan Penunjukan perairan laut di sekitarnya seluas 44.337 Ha.

3. Ujung Kulon merupakan taman nasional tertua di Indonesia yang sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas.

4. Kawasan Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli Botani Jerman, F. Junghun pada tahun 1846, ketika sedang mengumpulkan tumbuhan tropis. Pada masa itu kekayaan Flora dan Fauna Ujung Kulon sudah mulai dikenal oleh para paneliti.

5. Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

6. Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon memiliki tiga tipe ekosistem yaitu: Ekosistem Daratan/Teresterial yang terdiri dari hutan hujan tropika, Ekosistem Perairan Laut yang terdiri dari terumbu karang dan padang lamun, dan Ekosistem Pesisir Pantai yang terdiri dari hutan pantai.

7. Flora di Taman Nasional Ujung Kulon membentuk berbagai formasi hutan, di mana formasi hutan ini dicirikan adanya dominasi oleh jenis/spesies tertentu. Beberapa jenis tumbuhan diketahui langka dan di pulau jawa hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon ini antara lain : Batryohora geniculata, Cleidion spiciflorum, Heritiera percoriacea, dan Knema globularia.

8. Taman Nasional Ujung Kulon memiliki beragam jenis satwa liar baik bersifat endemik maupun penting untuk dilindungi. Jumlah faunanya terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis Primata, 240 jenis Burung, 59 jenis Reptilia, 22 jenis Amphibia, 72 jenis Insecta, 142 jenis Pisces, 33 jenis Terumbu Karang.

9. Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai objek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh Wisatawan.

10. Tak kalah dengan Pulau Peucang, Pulau Panaitan adalah juga banyak dikunjungi wisatawan. sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potensi objek wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi.

11. Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove.

12. Berbeda dengan ketiga pulau diatas, wisata Karang Copong tidak memiliki pasir di garis pantainya. Di sekitar area ini hanya terlihat bebatuan karang yang kasar, namun ini tidak membuat pesona Karang Copong memudar. Wisatawan yang datang ke Pulau Peucang sengaja datang kesini hanya untuk menyaksikan indahnya matahari tenggelam.

13. Sungai Cigenter memiliki arus yang tenang dengan airnya yang bewarna kehijauan. Untuk menyusuri sungai ini dapat menggunakan kano. Sajian tumbuhan bakau yang merambat di bagian tepi sungai menjadi teman setia sepanjang perjalanan di sungai ini.

13 Informasi Taman Nasional Ujung Kulon diatas merupakan garis besar dari informasi yang ada. Ujung kulon bisa dibilang salah satu tempat wisata bersejarah yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan oleh generasi penerus bangsa Indonesia. selain menjadi tempat wisata, Taman Nasional Ujung Kulon juga bisa menjadi bahan pembelajaran ilmu pengetahuan. Klik Info Regular Trip Ujung Kulon Setiap Akhir Pekan Jalan!
Sudah dilihat 13 kali

Komentar