13.000 Pencari Kerja Padati Job Fair Cilegon

64781 medium post 69605 5ad6d4ab 6455 440c af58 9aacea95f2b4 2019 06 27t10 55 59.107 07 00
CILEGON Pada hari pertama pembukaan Job Fair 2019 atau bursa lowongan kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon di Hotel Grand Mangku Putera (GMP), Kecamatan Cibeber direspons antusiasme tinggi oleh masyarakat Kota Cilegon dan Serang Raya sebanyak 13.000 pencari kerja (pencaker). (26/6/2019)
sebagaimana dikutip sari www.kabarbanten.com bahwa Disnaker Kota Cilegon saat itu menggelar Cilegon Job Fair selama dua hari mulai Rabu (26/6/2019). Dinas tersebut menggandeng kurang lebih 40 perusahaan di Cilegon dan Serang, di mana puluhan perusahaan akan menyerap kurang lebih 1.013 tenaga kerja.
Pendaftaran Cilegon Job Fair 2019 dilakukan secara online. Pencaker diwajibkan terlebih dahulu mem-print bukti registrasi peserta dari situs www.cilegonjobfair2019.co.id.
Sayangnya, antusiasme tinggi tersebut, menimbulkan sejumlah dampak. Selain tak mampu mengakses situs Cilegon Job Fair, pintu masuk Convention Hall Hotel GMP, tempat job fair digelar rusak, karena desak-desakan pencaker.
Seorang pencaker, Dewi Lestari (24) mengatakan, jika hal tersebut dipicu oleh pencaker yang tidak sabar ingin masuk ke convention hall. Hal tersebut, karena mereka telah antre berjam-jam, dalam kondisi berdesak-desakan.
“Pelamarnya kehilangan kesabaran, karena sudah antre berjam-jam sambil desak-desakan. Ketika giliran mereka masuk, pintu lamban dibuka. Sementara, para pelamar tak sabar ingin masuk, terjadilah desak-desakan. Lalu, pintu kacanya pecah,” katanya.
Tidak hanya itu, sejumlah pencaker pingsan saat antre masuk Convention Hall Hotel GMP. Mereka yang pingsan, karena kurang persiapan menghadapi job fair. “Rata-rata karena tidak sarapan dulu sebelum datang kemari. Ada dua pasien yang pingsan, ada pula yang kelelahan, sehingga kami tarik dari barisan antrean,” ujar Ade, seorang petugas PMI Kota Cilegon.
Selain itu, sejumlah pencaker mengeluh kesulitan mengakses situs www.cilegonjobfair2019.co.id. Hal tersebut membuat mereka tidak bisa mengikuti event tersebut.
“Selama empat hari, berapa kali saya akses situs job fair. Sampai sekarang tidak bisa registrasi, apalagi untuk cetak barcode-nya,” ucap Dayat, seorang warga Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon saat ditemui di lokasi job fair.
Sementara, Ganes Suliswati, seorang pelamar asal Jakarta tidak mengetahui terkait syarat registrasi online. Ia terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk melamar, karena tidak memiliki bukti registrasi.
“Tadi diantar oleh orangtua pukul 05.00 WIB dari Jakarta. Sampai sini ternyata harus registrasi online dulu, saya tidak tahu kalau registrasinya harus online, tidak ada informasi,” tuturnya.
Terkait hal tersebut, Kepala Disnaker Kota Cilegon Bukhori akan mengevaluasi jalannya job fair. Khusus untuk pencaker yang gagal mendapatkan bukti register, dia berencana akan memberikan keringanan.
“Kami akan lakukan evaluasi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada hari terakhir nanti kami akan berikan kesempatan bagi pencaker untuk bisa melamar. Silakan tanya ke panitia kegiatan,” katanya. #AtmaGoBanten #BerbagiItuIndah
Sudah dilihat 54 kali

Komentar