PAUD JONGGAT UNTUKMU IBU

18 December 2018, 07:46 WIB
2 1 109
Gambar untuk PAUD JONGGAT UNTUKMU IBU
“Anak adalah pada dasarnya adalah baik, dan peran orang tua untuk memberikan pendidikan yang baik adalah sangat penting, menjadi prioritas tertinggi. Kalbu seorang anak yang masih bersih bak permata indah yang ternilai harganya. Ketika dididik dan dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya ia akan tumbuh menjadi baik. Ketika ia dididik dan dibiasakan dengan kejelekan, niscaya ia akan merugi dunia akherat” (Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin)

Ingin menanamkan kebiasaan baik sejak dini, itulah yang selalu menjadi tujuan setiap pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini juga yang berusaha diaplikasikan oleh segenap pengurus IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak) kecamatan Jonggat, ketika pada tanggal 17 Desember kemarin mengadakan Gebyar PAUD dan Pentas Seni bertajuk “Persembahan Untukmu Ibu”.

Kegiatan yang di laksanakan dalam rangka menyambut Hari Ibu tanggal 22 Desember itu, disambut meriah oleh segenap lembaga PAUD di kecamatan Jonggat, baik lembaga PAUD jalur Formal yang dikenal dengan TK ataupun non formal seperti Kelompok Bermain (KB) dan Tempat Penitipan Anak (TPA). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan karakter yang baik pada anak PAUD yakni menghargai jasa Ibu, begitu yang disampaikan oleh ketua IGTKI kecamatan Jonggat pada sambutannya.

Kegiatan pagi itu dimulai pukul 07.30 Wita, diawali dengan kegiatan senam bersama seluruh pendidik dan pengasuh PAUD serta peserta didiknya. Acara senam bersama yang diadakan di halaman kantor UPT Pelayanan PAUD dan DIKDAS kecamatan Jonggat itu, dilanjutkan dengan acara makan kerupuk bersama anak-anak PAUD beserta seluruh panitia dan para pendidik. Acara ini dilaksanakan demi menambah keseruan acara pagi itu.

Pada pukul 09.30 Wita, pelaksanaan kegiatan dilanjutkan di dalam aula. Seluruh hadirin menikmati penampilan dari tujuh belas lembaga PAUD yang berpartisipasi menunjukkan kebolehannya dalam Pentas seni kali ini. Ketujuh belas lembaga ini ada yang menampilkan kebolehannya dalam menari, menyanyi, membaca surah-surah dalam AL-Qur’an da dan juga ada yang membaca puisi.

Segenap penampilan-penampilan dari anak-anak usia dini itu, sebagai perwakilan ungkapan cinta kasih dan penghargaan untuk seorang pejuang dalam hidupnya, yakni seorang Ibu yang hadirnya bagai pahlawan di setiap saat bagi anaknya.

Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Haru, itulah kata yang tepat menggambarkan perasaan semua hadirin ketika mendengar lagu itu dinyanyikan oleh seorang anak usia PAUD itu. Menunduk, tak sedikit yang terlihat menyeka air mata. Terbayang sosok Ibu, seorang wanita dengan segala perjuangan dan pengorbanan dalam hidupnya, untuk keluarga dan tak sedikit juga yang berjuang melakoni peran ganda, pejuang keluarga dan pejuang masyarakat (berkiprah di luar rumah). Keharuan itu juga terlihat semakin menjadi, ketika hadirin mengetahui bahwa ternyata anak yang barusan menyanyikan lagu itu adalah anak penderita tuna netra, tak terlihat jelas cacat fisiknya, karena kelincahan geraknya ketika tampil tidak jauh beda dengan anak normal dan kekurangan pada matanya tidak begitu tampak karena memakai kaca mata dengan “Lenses Block” yang berwarna buram, hingga matanya tidak begitu jelas terlihat.

Lagu itu hanya sepotong dan sederhana sekali, dinyanyikan pun tidak setiap masa. Paling sering didengar saat perayaan hari ibu, namun ia sangat membekas dan memiliki makna dalam tentang pemberian dan kasih sayang seorang ibu. Pencipta lagu nan indah dan mengharukan itu adalah seorang pria bernama SM Mochtar yang lebih dikenal dengan Mochtar Embut, yang berasal dari Makassar, Sulawesi selatan.

Haru juga menyeruak di dada, ketika satu persatu anak-anak yang lain mempersembahkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Dari mulut-mulut mungil itu terdengan lantunan surah-surah pendek dari juz terakhir. Bacaan yang cukup fasih dari anak usia belia sungguh membuat hadirin yang terdiri dari orang tua peserta, guru pendamping dan undangan dari UPT PAUD dan DIKMAS Kecamatan Jonggat tertegun.

Tak kalah harunya juga ketika persembahan beberapa puisi ditampilkan, puisi-puisi dengan tema yang sama “terimakasih Ibu” itu dibawakan dengan gaya khas anak usia dini, mengharukan sekaligus menggemaskan. Isi puisinya mengundang haru, namun gaya khas PAUDnya yang menggemaskan.

Acara pagi itu juga dimeriahkan oleh tampilan para penari belia. Lima group tari bergantian menunjukkan kebolehannya. Kelincahan gerak motoriknya mengikuti irama musik benar-benar menghibur. Latihan selama satu minggu yang benar-benar melelahkan itu ternyata tidak sia-sia, mereka tampil mengagumkan, sehingga guru-guru pelatih serentak bersorak gembira, merasa jerih payahnya terbayar sudah, demi melihat penampilan tunas-tunas bangsa itu bergerak lincah menghibur hadirin.

Seluruh rangkaian acara tuntas pada pukul 12.00 Wita. Panitia menyelesaikan tugasnya dengan segenap kemampuan. Akhir kata, semoga ikhtiar dari semua pendidik anak usia dini untuk menanamkan karakter yang baik lewat moment perayaan hari ibu ataupun moment lainnya bisa terealisasi. Aamiin…

  1 Komentar untuk PAUD JONGGAT UNTUKMU IBU

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

hurul aeni

luar biasa bunda odah selamat hari IBU dalam setiap waktu kulantunkan doa semoga beliau yang masih hidup diberikan kesehatan dan umur pnjang berkah dan yang sudah tiada diberikan ampunan dan diterima disisi Allah. aaamiiin. اللهم الغفرلي ولوالدي والرحمهما كما ربيني صغيرا