Melihat Geliat Kampus IAIN Palu Pasca Gempa dan Tsunami

9 November 2018, 13:45 WIB
2 0 133
Gambar untuk Melihat Geliat Kampus IAIN Palu Pasca Gempa dan Tsunami
Palu - Kampus IAIN Palu yang terdampak gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada akhir September lalu tampak mulai berbenah. Kegiatan perkuliahan yang sempat diliburkan sebulan, mulai aktif Kamis (1/11).

Tampak tenda-tenda darurat didirikan di beberapa titik di halaman Kampus IAIN Palu. Beberapa mahasiswa tampak sedang beristirahat dan berteduh demi menghindari panas yang menyengat.

Kegiatan perkuliahan dilakukan di tenda lantaran beberapa bangunan kampus sudah rapuh dan tak lagi aman untuk digunakan. Kuliah dilakukan seperti biasa, menggunakan materi yang difotokopi.

"(Kegiatan perkuliahan) Ada di tenda, di masjid, sama di lantai 1 sama 2. Kalau di atasnya lagi ndak bisa. Tangganya sudah rapuh. Bagian belakang kampus roboh semua, ada bagian yang tergenang. Kena air waktu tsunami," jelas Andriani, mahasiswa semester 3 jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IAIN Palu saat ditemui di lokasi, Jalan Diponegoro, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (8/11/2018).

Rekan Andriani, Ayu, juga merasa takut saat kuliah di dalam ruangan. Ia khawatir gedung perkuliahan roboh sewaktu-waktu.

"Perpusatakaan itu di depannya masih banyak tergenang. Kami nggak berani masuk, takut roboh. Waktu kuliah di dalam juga takut sebenarnya, kan bangunannya sudah tua juga. Takut nanti ambruk," ujar Ayu.

Ayu menjelaskan satu tenda dapat dipakai kuliah sampai tiga kelas sekaligus. Ia juga mengatakan ada beberapa temannya yang masih trauma sehingga belum bisa mengikuti kegiatan perkuliahan.

"Satu tenda itu dipakai beberapa jurusan. Jadi tiga jurusan kuliah bersama. Kalau ndak muat di mesjid. Tapi kan masih ada yang belum masuk, masih ada yang trauma juga. Masih ada yang di kampung sama orang tuanya," jelas Ayu.

Meskipun menuntut ilmu dengan keterbatasan tempat, Ayu dan Andriani mengaku kondisi pemulihan pasca gempa ini tidak akan menghalangi mereka untuk belajar.

Sebelumnya, Rektor IAIN Palu Sagaf S Pettalongi menjelaskan bahwa sejak terjadinya gempa dan tsunami pada 28 September lalu, IAIN Palu meliburkan kegiatan perkuliahan satu bulan lamanya. Perkuliahan baru dimulai kembali terhitung sejak Kamis (1/11) dan berlangsung di tenda-tenda darurat.

"Ini ada beberapa hal, selain karena dahsyatnya gempa dan tsunami yang terdampak luar biasa, ada 2 hal yang kami rasakan begitu berat. Pertama tsunami karena menerjang kampus kami dan ada 3 gedung yang hilang terbawa tsunami, yaitu gedung kuliah, gedung IT, dan gedung arsip. Nyaris semua arsip-arsip itu hilang," jelas Sagaf.

Selain itu, Sagaf merasa berat karena Kampus IAIN menjadi sasaran penjarahan. Hampir semua perangkat yang ada di Kampus IAIN Palu tak luput dijarah, seperti AC, meja, dan lebih dari 3.000 kursi.

  Komentar untuk Melihat Geliat Kampus IAIN Palu Pasca Gempa dan Tsunami

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!