Virus Itu Bukan Fiksi, Ini Semua Adalah Nyata

Gambar untuk Virus Itu Bukan Fiksi, Ini Semua Adalah Nyata
๐•๐ข๐ซ๐ฎ๐ฌ ๐ˆ๐ญ๐ฎ ๐๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐…๐ข๐ค๐ฌ๐ข, ๐ˆ๐ง๐ข ๐’๐ž๐ฆ๐ฎ๐š ๐€๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐๐ฒ๐š๐ญ๐š

๐Ÿ”…

Pasien itu baru saja ditutup kain putih. Ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas, Ia telah jadi jenazah. Kematian dalam kesendirian, tanpa ada keluarga di sampingnya.

Siang itu, menjelang pukul 14, di RSUD Cengkareng, berdiri di depan layar tv, di ruang kontrol yang memonitor setiap pasien ICU, kami menyaksikan dari dekat.

Peristiwa itu dekat. Apalagi kain putih itu menutup wajah dan badan orang yang kita kenal. Momen yang tak berjarak.

Tidak lama kemudian, Kami menemui keluarganya di depan pintu ruang jenazah. Duka mereka terasa teramat dalam. Sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan akan terjadi secepat itu. Kebersamaan dan gelak tawa berpuluh tahun keluarga itu, kini tersimpan menjadi kenangan.

Dalam hitungan jam, menjelang maghrib, jasad itu telah tiba di pemakaman dan siap dimasukkan ke peristirahatan terakhirnya di liang kubur.

Teman-teman semua, ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah : bermula dari tertular COVID-19 dan berujung pada kematian.

Penularan terbanyak saat ini menimpa klaster keluarga. Satu orang terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain.

Fakta saat ini, paling banyak yang terpapar adalah usia muda, tapi paling banyak meninggal adalah usia tua. Janganlah jadi penular. Ikutlah mencegah penularan.

Kurangi kegiatan di luar rumah, kecuali kegiatan mendesak dan mendasar. Saat pulang, maka taati protokol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker dan hindari kontak fisik dengan keluarga.

Pakai masker itu tidak nyaman, tapi ingatlah, terkena COVID-19 itu jauh lebih tidak nyaman.

Berjarak, tak bersalaman dengan keluarga itu terasa aneh, tapi ingatlah terpisah untuk isolasi bahkan berpisah selamanya itu jauh amat tidak nyaman. Jadi jangan lelah, jangan lengah.

Sekali lagi, virus itu bukan fiksi. Ini semua adalah nyata. Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi semua.

Sumber :
Anies Baswedan
@aniesbaswedan

#ABW

  2 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Di Masa Pandemi Covid-19, Seberapa Pentingkah Pendampingan Belajar Pada Anak

    Sasa Rahayu Safitri  di  Andong, Boyolali  |  21 Feb 2021
  2. Warga RT 001, RT 002 Dan 008, RW 01 Kelurahan Kebon Pala Mengevakuasi Kendaraan

    ๐™ˆ๐™Š๐™ƒ๐˜ผ๐™ˆ๐™ˆ๐˜ผ๐˜ฟ ๐™…๐˜ผ๐™€๐™‰๐™๐˜ฟ๐™„๐™‰  di  Makasar, Jakarta Timur  |  20 Feb 2021
  3. Cuaca Ekstrem Melanda, Waspada Pohon Tumbang

    ๐™ˆ๐™Š๐™ƒ๐˜ผ๐™ˆ๐™ˆ๐˜ผ๐˜ฟ ๐™…๐˜ผ๐™€๐™‰๐™๐˜ฟ๐™„๐™‰  di  Bogor Kota  |  21 Feb 2021

Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Meningkatkan Kapasitas Perempuan Muda, PDNA Garut Selenggarakan Perkaderan Formal

    Berita Nasyiah Kab Garut  di  Garut Kota, Garut  |  28 Feb 2021
  2. 6
    Komentar

    GRESIK MENJADI BAGIAN DARI 4200 PESERTA PELATIHAN E.LEARNING

    siti fitriah  di  Kebomas, Gresik  |  26 Feb 2021
  3. 3
    Komentar

    Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kemantren Mergangsan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Mar 2021
  4. 3
    Komentar