Unik, Pelukis di Bogor Jadikan Daun Kering sebagai Media Lukisan

2 0 279
Gambar untuk Unik, Pelukis di Bogor Jadikan Daun Kering sebagai Media Lukisan
Melukis ternyata tidak hanya harus di atas kertas ataupun kanvas. Daun kering pun bisa dijadikan sebagai media lukis seperti yang dilakukan oleh Tedy Asmara (37).

Pelukis asal Bogor itu sudah melakoni lukinan di atas daun kering sejak 3 tahun belakangan. Sejak Januari 2019, melukis di atas daun kering ini bahkan dijadikan oleh Tedy sebagai sumber utama untuk meraup pundi-pundi rupiah.

Menurut Tedy, teknik melukis di atas daun kering pada intinya sama dengan melukis pada media lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada kesabaran melukin, karena daun kering merupakan media yang licin untuk dilukis.

"Tekniknya sama saja cuma memang permukaannya lebih licin dibanding kanvas jadi butuh kesabaran karena tidak bisa sekali gores langsung jadi, harus berulang-ulang sehingga butuh waktu yang lama," ujar Tedy ditemui di kediamannya di Jalan Wirakrama, Bogor Timur, Kamis (29/8/2019).

Pertama kali Tedy melukis di atas daun terjadi, saat dia ingin memberikan lukisan untuk atasan tempat dia bekerja sebagai kado perkawinan. Namun saat itu, Tedy tak memiliki kanvas ataupun kertas untuk dilukis.

"Waktu itu gak ada kanvas kertas, nah, kebetulan di rumahnya bos itu ada pohon jambu bold yang daun keringnya banyak berserakan dan saya lihat kok bagus lalu saya coba lukis wajah dia dan istrinya dan saya kasihkan sebagai kado," kata Tedy.

Hasil lukisan yang diberikan Tedy itu ternyata mendapat respon positif dari atasannya. Sang bos bahkan membayar hasil karya Tedy yang dia nilai unik itu. Berkat respon positif atasannya itu Tedy kemudian terdorong untuk menekuni lebih lanjut melukis di atas daun.

Tedy kemudian mengembangkan kemampuannya itu dengan melukis di berbagai jenis daun mulai dari daun duku, daun nangka, daun karet kuning hingga daun awat-awat. Saat itu, kegiatan melukis yang dia lakukan hanya sebatas hobi dan keinginan mencoba sesuatu yang baru serta beda.

"Hingga akhirnya ada teman-teman saya yang datang ke rumah pengen dilukis, dari sana saya mulai buka orderan, kira-kira tiga tahun belakangan dipromosikan lewat sosmed aja, kemudian tak lama dapat undangan talkshow di sebuah televisi, lalu setelah itu banyak orderan hingga saya harus batasin orderan karena waktu itu sambil kerja," kata Tedy.

Sejak kebanjiran orderan, Tedy kemudian keluar dari tempatnya bekerja untuk fokus melayani pesan lukisan yang datang. Kini dalam sebulan, dia bisa menerima 3-4 pesanan. Satu lukisan biasanya diselesaikan dalam waktu 3-5 hari.

Pesanan yang banyak diterima oleh Tedy adalah melukis wajah. Hasil karyanya ini dijual dengan harga Rp1 juta hingga Rp3 juta, disesuaikan dengan objek, ukuran dan kerumitan dalam melukis.

"Ke depan saya ingin terus kembangkan keterampilan melukisnya, ya mungkin melukis pada daun-daun yang lainnya yang belum pernah dicoba atau menghadirkan sesuatu yang baru dalam lukisan saya karena konsumen pasti juga butuh sesuatu yang baru," kata Tedy.

---------
Sumber: AyoBogor.com
Penulis: Husnul Khatimah
Editor : Ananda Muhammad Firdaus

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Di Masa Pandemi Covid-19, Seberapa Pentingkah Pendampingan Belajar Pada Anak

    Sasa Rahayu Safitri  di  Andong, Boyolali  |  21 Feb 2021
  2. Warga RT 001, RT 002 Dan 008, RW 01 Kelurahan Kebon Pala Mengevakuasi Kendaraan

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Makasar, Jakarta Timur  |  20 Feb 2021
  3. Cuaca Ekstrem Melanda, Waspada Pohon Tumbang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Bogor Kota  |  21 Feb 2021

Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Meningkatkan Kapasitas Perempuan Muda, PDNA Garut Selenggarakan Perkaderan Formal

    Berita Nasyiah Kab Garut  di  Garut Kota, Garut  |  28 Feb 2021
  2. 6
    Komentar

    GRESIK MENJADI BAGIAN DARI 4200 PESERTA PELATIHAN E.LEARNING

    siti fitriah  di  Kebomas, Gresik  |  26 Feb 2021
  3. 3
    Komentar

    Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kemantren Mergangsan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Mar 2021
  4. 3
    Komentar