Sosialisasi Layanan Belajar Pada Masa Pandemi Covid-19

3 1 325
Gambar untuk Sosialisasi Layanan Belajar Pada Masa Pandemi Covid-19
Pringgarata, 16 Juli 2020

Menjelang fase transisi dan tatanan hidup baru di Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah terus melaksanakan sosialisasi terkait layanan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Sosialisasi kali ini dilaksanakan dengan tatap muka dengan tetap mengikuti protap kesehatan seperti selalu menjaga jarak dimana kegiatan sosialisasi dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menghindari pengumpulan masa. Terkait dengan hal tersebut kegiatan sosislisasi hari ini Kamis, 16 Juli 2020 diselenggarakan di SMPN 1 Pringgarata mulai jam 13.00 s.d 15.00 wita. Rapat sosialisasi dihadiri oleh kepala sekolah dari 4 kecamatan yaitu: kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Pringgarata, dan kecamatan Jonggat.

Rapat dipimpin oleh bapak Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah H Jumadi Asyhari, M.Pd didampingi oleh beberapa pengawas salah satunya adalah Ketua MKPS Bapak Sayuti, M.Pd dan Bapak Ketua AKSI Kabupaten Lombok Tengah H. Mahrup, M.Pd. Dalam sambutannya Bapak Kabid menyampaikan beberapa hal terkait dengan SK bersama 4 menteri diantaranya adalah pembagian zona. Belau menjelaskan bahwa di Indonesia ada 4 pembagian zona yaitu zona kuning, zona orange, zona merah dan zona hijiau.

Daerah Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok Tengah masih berada pada zona orange sehingga belajar dengan tatap muka di sekolah masih belum diperbolehkan kecuali belajar dari rumah (BDR). Kalau daerah- daerah yang berada zona hijau boleh belajar dengan tatap muka mulai bulan juli untuk jenjang SMP, SMA, SMK atau sekolah sedeŕajat dengan SMA. Beliau juga menyampaikan poin yang termaktub dalam SKB 4 menteri bahwa kesehatan dan keselamatan seluruh waraga satuan pendidikan menjadi skala prioritas.

Pada fase transisi dimulai sejak 13 juli sampai dengan 13 September 2020. Hal-hal penting yang harus dipersispkan adalah: mulai dari pengadaan masker, tempat cuci tangan dengan rasio 1 tempat cuci tangan untuk 40 orang siswa atau satu buah tempat cuci tangan di setiap kelas. Fasilitas penting lainnya yang perlu dipersiapkan adalah handsanitizer, disinfektan, dan termogun.

Dalam sembutannya, Bapak Kabid SMP juga menyampaikan keberhasilan dinas pendidikan Lombok Tengah melaksanakan proses penjaringan penerimaan peserta didik baru (PPDB) lewat online walaupun masih ada kekurangan yaitu masih ada beberapa siswa baru yang belum memiliki KK. Oleh karena itu beliu menghimbau kepada semua peserta rapat untuk memfasilitasi anak-anak yang belum memiliki KK melalui kerja sama dengan pihak kepala desa setempat kemudian dilanjutkan ke Dukcapil.

Beliau juga dalam sambutanya menambahkan agar sekolah segera melaksanakan pembagian rombel kemudian meminta para guru segera menyusun materi esensial, bahan ajar, dan RPP Covid 19, serta modul. Mengenai bentuk pembelajaran, bisa dilaksanakan secara dalam jaringan (daring/online) atau dengan cara luar jaringan (luring/offline) atau disesuaikan dengan kondisi setempat, demikian imbuhnya.

Poin berikunya yang disampaikan pak Kabid SMP adalah para kepala sekolah selalu berkoordinasi dan meminta bimbingan pengawas pembina untuk mengisi instrumen tentang kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka pada fase berikutnya. Apa bila hasil nilai instrumen yang diisi pihak sekolah bernilai 80% maka sekolah tersebut bisa mengajukan belajar tatap muka mulai tanggal 13 septmber sampai bulan Desember.

Kemudian belajar dari rumah (BDR) fase gelombang ke 2 (New Normal) dilaksanakan dengan durasi 3 sd 4 jam tampa keluar main dan kepala sekolah harus melaporkan pelaksanakan BDR setiap minggu melalui pengawas bina. Pada ahir sambutannya, bapak Kabid SMP memberi warning bahwa apabila salah satu sekolah melanggar SE bapak gubernur maka ada sanksinya. Disamping ada sanksi rapot pemkab Loteng juga akan buruk semua apa bila salah satu sekolah melanggar SKB 4 menteri tersebut. Oleh karena itu beliau berharap agar semua kita untuk mentaati segala aturan yang dikeluarkan pemerintah baik itu berupa surat edaran ataupun SKB 4 menteri agar nama Kabupaten Lombok Tengah tidak tercoreng.

Rapat dilanjutkan dengan mendengar beberapa tambahan informasi baik yang disampaikan oleh bapak ketua MKPS maupun dari Bapak Ketua AKSI Lombok Tengah. Informasi tambahan yang disampaikan bapak ketua MKPS diantaranya mewajibkan setiap sekolah untuk mengisi aplikasi instrumen kesiapan sekolah dalam rangka menghadapi masa new normal, beliau juga menyampaikan alat yang harus dimiliki sekolah adalah termogun dan beliu juga berharap agar kepala sekolah terus bekerja sama dalam hal kecepatan dan ketepatan data dengan pengawas bina masing-masing.

Selanjutnya tambahan informasi terkait dengan layanan belajar disampaikan oleh Bapak ketua Aksi H. Mahrup, M.Pd. Beliau menambahkan beberapa informasi dari hasil rakor dengan bapak bupati bahwa Masa Pengenalan Sekolah (MPLS) bisa dilaksanakan dengan tatap muka asalkan dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan seperti masker, tempat cuci tangan, jaga jarak dan sebagsinya. Mengenai waktu pelaksanaannya beliau menyampaikan bahwa MPLS dilaksanakan mulai tanggal 20 sd 25 juli mulai dari jam 7.30 sd 11.30 setiap harinya. Bagi sekolah yang memiliki siswa kuang dari 50 bisa diatur tampa blok atau sif, kemudian setiap kelasnya maksimal berisi 18 orang siswa dan bisa dilakukan hanya 2 hari demikian menutup sambutannya. - (Zul)

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Formasi CASN 2021


Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    Formasi CASN 2021

  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 3
    Komentar